
Duduk dengan posisi yang salah dengan waktu yang lama dapat menyebabkan sakit pinggang. (Freepik)
JawaPos.com - dr. Edbert Wreksoatmodjo yang merupakan dokter spesialis rehabilitasi medik mengatakan di salah satu konten YouTube Channel Raditya Dika (13/5), jika mayoritas orang yang datang mengeluhkan pinggangnya yang sakit.
dr. Edbert sebelumnya menjelaskan, jika profesinya terkait dengan rehabilitasi kesehatan fisik tubuh manusia (dari kepala hingga kaki). Karena sering kali profesinya dikaitkan dengan rehabilitasi obat-obatan atau fisioterapi.
Dokter spesialis rehabilitasi medik bekerja dengan fokusnya, untuk merehabilitasi fungsi dari pasien tersebut supaya bisa beraktifitas normal seperti sedia kala.
Contohnya seperti seseorang nyeri pinggang, sakit lutut, leher, stoke, atau post operasi (tindakan pembedahan), disitulah peran dari dokter spesialis rehabilitasi medik masuk agar pasien bisa beraktivitas seperti biasa.
Bedanya dengan terapis adalah cakupannya, dimana para terapis biasanya akan fokus ke satu fungsi khusus dari tubuh.
Dalam sesi tanya jawab, Raditya Dika menanyakan di klinik Physio Medical Clinic milik dr. Edbert keluhan apa yang sering dihadapi.
dr. Edbert mengatakan jika mayoritas, nomor satu adalah sakit pinggang. Ketika ditanya Raditya, kenapa sakit pinggang yang menjadi urutan teratas.
Sang dokter menjawab, jika secara statistik dunia 80 persen populasi manusia di dunia pasti pernah sakit pinggang dengan berbagai faktor.
Penyebab dari sakit pinggang, biasanya adalah karena kebanyakan duduk. Hal ini bisa terjadi, karena mayoritas masyarakat kerja selama delapan jam sehari dan kebanyakan bisa duduk berjam-jam.
Karena itu otot-otot yang ada di tubuh menjadi lemah, ditambah jika posisi duduknya asal-asalan.
Berikut langkah-langkah posisi duduk yang benar.
1. Atur posisi bangku agar cocok dengan tinggi badan. Pilih bangku yang bisa diatur tinggi atau rendahnya sesuai tinggi badan.
2. Buat tinggi bangku membuat lutut bisa membentuk 90 derajat, dengan telapak kaki menyentuh lantai dengan sempurna.
3. Buat badan menyender pada sandaran bangku, dengan membentuk 90 derajat. Jangan biarkan ada jarak antara bangku dan punggung.
4. Jangan buat bantalan duduk, agar beban yang dibagi rata dari bokong hingga lutut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
