Ilustrasi bayi tabung. (Halodoc)
JawaPos.com – Bayi tabung atau istilah umum dari In Vitro Fertilization (IVF) merupakan program pembuahan atara sel sperma dengan sel telur yang terjadi di luar rahim. Program ini biasanya dilakukan pasutri yang memiliki masalah infertilitas.
IVF dilakukan dengan mempertemukan sel sperma dengan sel telur di luar tubuh atau di sebuah tempat instalasi khusus berbentuk tabung. Maka dari itu, proses pembuahan tersebut dinamkan bayi tabung.
Melansir dari siloamhospital.com sel telur yang berhasil dibuahi sel sperma di luar tubuh tersebut akan menjadi embrio, dan kemudian dipindahkan ke dalam rahim istri. Apabila embrio sudah menempel ke dinding rahim, janin akan tumbuh dan program IVF dikatakan berhasil.
Pasangan yang memutuskan melakukan IVF karena sulit memiliki anak biasanya dilakukan pada wanita berumur 40 tahun dalam masalah infertilitas. Tidak hanya sebab itu, gangguan medis lainnya juga dapat menjadi faktor sulit memiliki anak.
Program bayi tabung juga dapat menjadi solusi bagi pasangan yang sulit memiliki anak karena kondisi medis tertentu, seperti:
Baca Juga: Rifky Balweel Rencanakan Program Bayi Tabung
Program IVF tidak selamanya akan mendapatkan keberhasilan dalam kehamilan. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat keberhasilannya, seperti pada kondisi pasangan.
Bagi pasangan yang akan melakukan program IVF harus dalam keadaan tubuh yang baik atau sehat. Karena dalam prosesnya perlu adanya persiapaan bukan hanya pada kondisi fisik, namun juga pada kondisi mental.
Maka dari itu sebelum melakukan program In Vitro Fertilization diharuskan melakukan pemeriksaan, seperti pengujian cadangan ovarium, pemeriksaan rahim, analisis air mani, skrining penyakit menular, dan praktek transfer embrio.
Baca Juga: RSIA Ferina Catat Jumlah Permintaan Bayi Tabung Meningkat di Jawa Timur Selama 10 Tahun Terakhir
Bukan hanya tingkat keberhasilan yang tidak dapat dipastikan, program IVF juga dapat menimbulkan risiko tertentu. Dilansir dari Halodoc.com faktor risiko yang perlu diketahui sebelum melakukan metode IVF diantaranya:
Untuk itu bagi pasutri yang berencana melakukan IVF, harus dipertimbangkan secara matang dan atas rekomendasi dokter.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
