Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Maret 2024 | 13.25 WIB

Mengalami Keputihan Saat Ramadhan, Bisa Menyebabkan Batal Puasa?

Ilustrasi perempuan yang sedang mengalami keputihan. (Sumber: freepik/user18526052). - Image

Ilustrasi perempuan yang sedang mengalami keputihan. (Sumber: freepik/user18526052).

Penjelasan ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Buya Yahya dalam bukunya Fiqih Praktis Puasa.

Buya Yahya menguraikan bahwa dalam ilmu fiqih, cairan yang berasal dari kemaluan wanita dibagi menjadi 3 jenis: pertama, cairan yang berada di bagian luar kemaluan wanita, yang dapat dijangkau oleh jari saat jongkok atau membersihkan kemaluan saat buang air kecil, dan menurut hukum, cairan ini dianggap suci.

Kedua, cairan yang berada di bagian tengah kemaluan wanita, yaitu area yang dapat dijangkau oleh suami saat berhubungan suami istri.

Ulama memiliki pendapat yang beragam mengenai hukum cairan ini, tetapi mayoritas pendapat menganggapnya suci.

Ketiga, cairan yang keluar dari area bagian dalam, seperti air seni, air madzi, atau air mani, yang dianggap najis menurut hukum Islam.

Dalam konteks bersuci dalam agama Islam, jika seorang wanita sudah berwudhu dan kemudian mengalami keluarnya cairan dari organ intimnya, penting untuk menentukan dari area mana cairan tersebut keluar.

Jika berasal dari area ketiga (bagian dalam), maka wudhunya dianggap batal, tetapi jika berasal dari area lainnya, wudhunya tetap sah.

Dalam ilmu medis, keputihan dianggap berasal dari area tengah kewanitaan. Oleh karena itu, dalam konteks puasa, keputihan bukanlah sesuatu yang membatalkan puasa.

Hal-hal yang dapat membatalkan puasa adalah berhubungan suami istri di siang hari dan keluarnya air mani dengan sengaja, sedangkan keputihan bukan termasuk kedua hal tersebut.

Penyebab Keputihan

Keputihan dapat timbul akibat berbagai faktor, baik yang bersumber dari dalam tubuh maupun dari luar tubuh.

Faktor-faktor internal yang bisa menyebabkan keputihan meliputi perubahan hormon, seperti yang terjadi selama masa pubertas, kehamilan, atau menopause.

Selain itu, infeksi juga bisa menjadi penyebab keputihan, termasuk infeksi jamur, bakteri, atau virus. Iritasi, seperti yang disebabkan oleh penggunaan sabun pembersih vagina yang tidak cocok, juga dapat menjadi penyebab keputihan.

Di sisi lain, faktor-faktor eksternal juga dapat menyebabkan keputihan, seperti pemakaian pakaian yang terlalu ketat, kebiasaan menggunakan pantyliner, atau penggunaan alat kontrasepsi.

Tips Mencegah Keputihan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore