Naiknya asam lambung saat puasa bisa disebabkan konsumsi makanan atau minuman yang tidak tepat saat sahur.
Jenis asupan yang dimaksud, misalnya makanan pedas, asam, berlemak (seperti santan dan gorengan), ataupun minuman seperti soda, kopi, dan coklat.
Asam lambung naik juga bisa disebabkan oleh minum air putih terlalu banyak dan langsung tidur setelah sahur. Pasalnya, asupan air putih berlebih saat sahur membuat perut kembung, sehingga makanan menjadi sulit dicerna.
Sementara, tidur setelah sahur memicu refluks (naiknya) asam lambung ke kerongkongan, sehingga menyebabkan mual. Guna mencegah mual saat puasa akibat naiknya asam lambung, hindarilah makanan yang dapat memicu refluks.
Selain itu, penuhi kebutuhan cairan dalam jumlah cukup, misalnya dengan minum 3 gelas air saat sahur. Disarankan pula untuk tidak langsung tidur setelah sahur. Beri jeda sekitar 1-2 jam setelah makan jika Anda ingin tidur kembali.
2. Perubahan Kadar Hormon
Terdapat dua hormon yang berperan dalam mekanisme rasa lapar dan kenyang pada manusia, yaitu ghrelin dan leptin. Ghrelin merupakan hormon rasa lapar, sementara leptin adalah hormon yang bertanggung jawab atas rasa kenyang.
Dalam keadaan normal, peningkatan kadar ghrelin bertujuan memberikan sinyal kepada tubuh agar segera memenuhi asupan makanan. Kebiasaan sering mengabaikan rasa lapar dan tidak makan secara teratur, dapat mengganggu kinerja ghrelin dalam tubuh.
Akibatnya, beberapa orang mengalami mual ketika lapar. Rasa mual ini juga bisa muncul saat berpuasa. Utamanya, jika punya kebiasaan tidak sahur. Karenanya, pastikan untuk selalu sahur dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, serta memenuhi asupan cairan.
3. Kadar Gula Darah Rendah
Hal ini terjadi karena kebutuhan gula (glukosa) tubuh tidak terpenuhi. Glukosa dalam makanan seperti diketahui merupakan sumber bahan bakar untuk menghasilkan energi yang bermanfaat bagi fungsi sel-sel otak, otot, maupun saluran pencernaan.
Ketika asupan gula tidak terpenuhi, hal ini menyebabkan hipoglikemia alias kadar glukosa di dalam darah terlalu rendah.
Biasanya, ini dialami orang yang tidak cukup makan sebelum sahur, terlalu sering menggunakan obat terapi diabetes, punya kebiasaan mengkonsumsi alkohol berlebih, ataupun mengidap penyakit hati dan ginjal.
Pusing merupakan gejala hipoglikemia akibat sel otak kekurangan gula. Sementara, mual merupakan pertanda sel saluran cerna defisit glukosa.
Untuk mencegah kadar gula darah rendah, pastikan mengonsumsi makanan dengan kadar gula yang tidak terlalu tinggi, diimbangi dengan protein dan sayuran secara cukup.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
