Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Maret 2024 | 00.13 WIB

Penyebab dan Cara Mengatasi Perut Mual Saat Puasa Ramadhan

Naiknya asam lambung saat puasa bisa disebabkan konsumsi makanan atau minuman yang tidak tepat saat sahur.

Jenis asupan yang dimaksud, misalnya makanan pedas, asam, berlemak (seperti santan dan gorengan), ataupun minuman seperti soda, kopi, dan coklat. 

Asam lambung naik juga bisa disebabkan oleh minum air putih terlalu banyak dan langsung tidur setelah sahur. Pasalnya, asupan air putih berlebih saat sahur membuat perut kembung, sehingga makanan menjadi sulit dicerna. 

Sementara, tidur setelah sahur memicu refluks (naiknya) asam lambung ke kerongkongan, sehingga menyebabkan mual. Guna mencegah mual saat puasa akibat naiknya asam lambung, hindarilah makanan yang dapat memicu refluks.

Selain itu, penuhi kebutuhan cairan dalam jumlah cukup, misalnya dengan minum 3 gelas air saat sahur.  Disarankan pula untuk tidak langsung tidur setelah sahur. Beri jeda sekitar 1-2 jam setelah makan jika Anda ingin tidur kembali.

2. Perubahan Kadar Hormon

Terdapat dua hormon yang berperan dalam mekanisme rasa lapar dan kenyang pada manusia, yaitu ghrelin dan leptin. Ghrelin merupakan hormon rasa lapar, sementara leptin adalah hormon yang bertanggung jawab atas rasa kenyang. 

Dalam keadaan normal, peningkatan kadar ghrelin bertujuan memberikan sinyal kepada tubuh agar segera memenuhi asupan makanan. Kebiasaan sering mengabaikan rasa lapar dan tidak makan secara teratur, dapat mengganggu kinerja ghrelin dalam tubuh.

Akibatnya, beberapa orang mengalami mual ketika lapar. Rasa mual ini juga bisa muncul saat berpuasa. Utamanya, jika punya kebiasaan tidak sahur. Karenanya, pastikan untuk selalu sahur dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, serta memenuhi asupan cairan.

3. Kadar Gula Darah Rendah

Hal ini terjadi karena kebutuhan gula (glukosa) tubuh tidak terpenuhi. Glukosa dalam makanan seperti diketahui merupakan sumber bahan bakar untuk menghasilkan energi yang bermanfaat bagi fungsi sel-sel otak, otot, maupun saluran pencernaan. 

Ketika asupan gula tidak terpenuhi, hal ini menyebabkan hipoglikemia alias kadar glukosa di dalam darah terlalu rendah.

Biasanya, ini dialami orang yang tidak cukup makan sebelum sahur, terlalu sering menggunakan obat terapi diabetes, punya kebiasaan mengkonsumsi alkohol berlebih, ataupun mengidap penyakit hati dan ginjal. 

Pusing merupakan gejala hipoglikemia akibat sel otak kekurangan gula. Sementara, mual merupakan pertanda sel saluran cerna defisit glukosa. 

Untuk mencegah kadar gula darah rendah, pastikan mengonsumsi makanan dengan kadar gula yang tidak terlalu tinggi, diimbangi dengan protein dan sayuran secara cukup.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore