Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2023 | 10.30 WIB

Agar Tali Pusat Bayi Terhindar dari Infeksi, Simak Tips dari Dokter

Ilustrasi bayi. (Pixabay) - Image

Ilustrasi bayi. (Pixabay)

JawaPos.com – Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka kematian bayi karena infeksi tali pusat sebesar 126.000 dari kelahiran hidup di Asia Tenggara. Pada kejadian infeksi tali pusat yaitu sekitar 23 persen sampai 91 persen tali pusat tidak dirawat dengan baik dan terinfeksi oleh kuman staphylococcus aureus pada 72 jam pertama setelah kelahiran.

Mengetahui pentingnya perawatan tali pusat pada bayi, Makuku berupaya mengedukasi para orang tua di Indonesia dengan mengambil peran sebagai salah satu sponsor utama dalam acara Indonesia Maternity, Baby & Kids Expo (IMBEX 2023) pada 1-3 Desember 2023 di Jakarta Convention Center Senayan. Acara tersebut dihadiri oleh dr. Desi Dewi Saraswati Sp.A, Dokter Spesialis Anak dari Primaya Evasari Hospital dan Titi Nurmalasari, Public Relations Manager Makuku Indonesia.

Tali pusat mempunyai peranan penting menjelang kelahiran bayi. Fungsi dari tali pusat bayi adalah membawa oksigen dan nutrisi penting dari ibu ke bayi serta mengirimkan zat buangan dari bayi ke ibu melalui plasenta. Setelah lahir, tali pusat akan dijepit dan dipotong, Kemudian, bayi mulai mengandalkan paru-paru dan ususnya. Oleh karena itu, perawatan tali pusat penting dilakukan secak kelahiran bayi. Merawat tali pusat berarti menjaga agar luka tersebut tetap bersih, tidak terkena kencing, kotoran bayi, atau tanah. Bila kotor, luka tali pusat di cuci dengan air bersih yang mengalir dan segera keringkan dengan/kasa bersih dan kering.

“Tali pusat yang dijepit akan tetap menempel pada pusat sebelum mengerut dan rontok selama minggu-minggu pertama kehidupan bayi (sekitar 7-14 hari). Tali pusat merupakan jalan masuk utama infeksi sistemik pada bayi baru lahir, sehingga risiko infeksi tali pusat mudah dihindari dengan perawatan tali pusat yang baik. Selain menjaga kebersihan tali pusat bayi, salah satu cara merawat tali pusat bayi adalah dengan mengupayakan popok tetap terlipat di bagian depan agar tidak menutupi tali pusat dan terbuka terhadap udara. Hal ini perlu dilakukan karena tali pusat juga harus terkena udara sesering mungkin sehingga cepat mengering dan puput," beber dr Desi Dewi Saraswati Sp.A.

Popok yang bersentuhan dengan tali pusat bayi bisa menjadi media berpindahnya bakteri dari urine atau kotoran bayi yang menyebabkan tali pusat bisa mengalami infeksi. Popok berfitur belly button u-shape dapat menjadi pilihan tepat Ibu untuk menjaga tali pusat tetap kering, tidak lembab dan tidak bergesekan langsung dengan popok sehingga mencegah terjadinya infeksi pada tali pusat,” imbuh dr Desi Dewi Saraswati Sp.A.

“Melihat angka kejadian infeksi tali pusat bayi yang cukup tinggi, upaya menggunakan dan meningkatkan metode dalam pelayanan kesehatan dan pengetahuan dalam melakukan perawatan tali pusat pada bayi dengan baik penting dilakukan. Makuku melalui acara IMBEX, berkomitmen untuk mengambil peran dalam memberikan edukasi yang tepat kepada orangtua di Indonesia. Makuku bekerja sama dengan ahlinya, sehingga orang tua teredukasi dengan baik, khususnya dalam perawatan tali pusat. Tujuannya adalah untuk menurunkan atau mencegah risiko terjadinya infeksi pada tali pusat," sebut Titi Nurmalasari.

"Saat menggunakan popok bayi, Ibu perlu mengusahakan agar tali pusat tidak tertutup popok, sehingga terhindar dari gesekan, urin dan tinja yang dapat menyebabkan infeksi. Makuku yang senantiasa berinovasi terhadap kualitas produk, menciptakan popok canggih dengan fitur Belly Button U-shape khusus newborn. Popok ini didesain dengan bentuk spot “U” di bagian perut untuk menjaga tali pusat tetap kering dan menghindari terjadinya gesekan tali pusat bayi dengan popok. Selain itu, tali pusat juga akan terhindar dari paparan urin dan tinja yang dapat memicu risiko infeksi oleh bakteri, virus maupun organisme berbahaya lainnya," imbuhnya.

Makuku juga memiliki keunggulan penyerapan popok yang tinggi dari teknologi SAP (Super Absorbent Polymer) yang terdapat pada inti sturktur penyerapnya. Teknologi ini mampu menyerap cairan lebih cepat dan merata serta menguncinya sehingga mengurangi risiko bocor dan menggumpal saat digunakan oleh Si Kecil. Hal ini juga mampu mengurangi risiko ruam popok yang terjadi pada kulit bayi karena mengurangi frekuensi terpaparnya urin secara langsung dengan kulit sensitifnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore