
Ilustrasi menopause terjadi pada pria lanjut usia / Sumber: freepik.com
JawaPos.com – Menopause pria lebih dikenal dengan istilah andropause. Kondisi ini menggambarkan penurunan testosterone terkait usia pada pria.
Menopause pada pria ini mengakibatkan penurunan produksi testosterone. Penurunan testosterone pada pria ini dikenal juga sebagai defisiensi testosterone, defisiensi androgen, dan hipogonadisme.
Testosteron adalah hormon yang diproduksi di testis. Hormon ini lebih dari sekadar memicu gairah seks, tapi juga memicu perubahan selama pubertas dan menjaga massa otot.
Menopause pada pria tidak menghentikan total organ reproduksi. Tapi kondisi ini bisa menyebabkan penurunan kadar hormon.
Tingkat hipogonadisme yang rendah lebih sering terjadi pada pria yang lebih tua, yang bisa menyebabkan gejala seperti disfungsi ereksi, kehilangan energi dan massa otot, serta perubahan suasana hati.
Gejala menopause pada pria
Dikutip dari Very Well Health, gejala menopause pada perempuan berbeda dengan andropause pada pria.
Gejala yang biasanya terjadi namun sering diabaikan adalah suasana hati yang tidak stabil, hilangnya libido atau dorongan seksual.
Kemudian hilangnya massa otot dan kelemahan, energi rendah, pertumbuhan rambut yang berkurang, terjadi masalah konsentrasi atau memori jangka pendek, dan mengurangi kepadatan tulang.
Beberapa pria dengan kondisi ini mengalami gejala yang sama dengan menopause pada perempuan, yaitu rasa panas pada tubuh dan mudah berkeringat.
Studi di New England Journal of Medicine mengidentifikasi, gejala menopause paling umum pada pria adalah penurunan libido, atau penurunan ereksi pagi hari yang lebih rendah dan disfungsi ereksi.
Penyebab menopause pada pria
Dilansir Medical News Today, ketika pria mencapai umur 30 tahun, kadar testosterone secara bertahap akan menurun dan turun rata-rata satu persen setiap tahunnya.
Meskipun kondisi ini terjadi pada pria lanjut usia, namun kondisi ini diperparah jika terjadi pada pria lanjut usia yang menderita penyakit jantung, obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2.
Hipogonadisme merupakan kondisi dimana testis tidak menghasilkan cukup hormon. Pada pria muda hal ini menyebabkan pubertas tertunda. Jika terjadi pada pria lebih tua, kondisi ini terkait obesitas atau diabetes tipe 2.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
