Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 November 2023 | 05.53 WIB

Kepala BKKBN: Program Penurunan Stunting Harus Jadi Prioritas

Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, saat menyerahkan penghargaan itu mengatakan penghargaan kepada desa atau kampung terpilih yang memiliki upaya konsisten atau inovasi yang berdampak.

JawaPos.com - Sebanyak 20 desa meraih penghargaan sebagai Desa Bebas Stunting pada 2023. Kedua puluh desa tersebut meraih penghargaan sebagai desa yang memiilki inovasi percepatan penurunan stunting dan dinyatakan bebas stunting dalam empat kategori.

Penghargaan kepada 20 desa diberikan pada Pertemuan Nasional Desa Bebas Stunting Award 2023 di Ballroom Hotel Sahid Jaya DI Yogyakarta pada Senin (13/11), yang digagas Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Indonesia berkolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, saat menyerahkan penghargaan itu mengatakan penghargaan kepada desa atau kampung terpilih yang memiliki upaya konsisten atau inovasi yang berdampak pada penurunan insidensi stunting di wilayahnya. 

"Selamat kepada para kepala desa yang berhasil membina sehingga desanya berprestasi pada malam hari ini," kata Hasto.

Adapun pemenang Desa Bebas Stunting Award 2023 kategori Intervensi Sensitif diraih Desa Bontoloe (Sulsel), Kalurahan Mandarsari (Kalsel), Desa Purwosari (Nagan, Aceh) dan Kalurahan Tanjungpinang Barat (Kepri).

Sementara kategori Kawasan Tanpa Asap Rokok diraih Desa Kire (Sulbar), Kelurahan Wonotingal (Jateng) dan Kelurahan Boribellaya (Sulsel).

Pemenang kategori pangan lokal diraih Kelurahan Jombangan (Surabaya), Lumban Siagan Julu (Sumut), Desa Pinang Merah (Jambi).

Pemenang kategori intervensi spesifik diraih Kelurahan Sidoluhur (Sleman, DIY), Nagari Sinuruik (Sumbar), Desa Ulak Teberau (Sumsel), Kelurahan Jatimulya (Depok, Jabar), Desa Rangkah (Kebumen, Jateng), Desa Kalimatong (NTB), Desa Keban Agung (Muara Enim, Sumsel), Desa Kokoleh (Sulut), Desa Nglandeyan (Blora, Jateng) dan Desa Cileng (Magetan, Jatim).

Dalam sambutannya, dr. Hasto mengatakan untuk mencapai kesuksesan dari bonus demografi, perlu untuk memaksimalkan investasi sejak dini yaitu dengan upaya pencegahan stunting. Kaitannya dengan kualitas SDM, tidak hanya sehat raganya tetapi juga sehat jiwa dan mentalnya. Ketika stunting masih tinggi, maka mempengaruhi yang lain, Indeks Pembangunan Manusia.

Hasto yang menjadi keynote speaker  ini mengatakan kondisi pertumbuhan dan perkembangan manusia atau disebut Human Capital Index (HCI) Indonesia berada di urutan ke 96 menurut World Bank (2020). Parameter tersebut mengukur sejauh mana organisasi menggunakan, menempatkan, dan mengembangkan kemampuan individu untuk berkinerja dan membuat nilai tambah pada organisasi melalui kompetensi ekspertis dan pengetahuannya, disebut juga intellectual capital.

"Masalah kesenjangan stunting ini masih tinggi dan mempengaruhi kualitas SDM sehingga inilah yang menjadi program prioritas. Kita tidak boleh rendah diri, namun harus sadar betul stunting menggerus intellectual skill dan menurunkan IQ. Marilah dengan semangat kesadaran membangun manusia ini penting sekali," ujarnya.

Hasto juga menegaskan, dengan menurunkan angka stunting, menurutnya dapat meningkatkan kualitas SDM. Harapannya skill tenaga kerja bisa naik. 

"Hari ini kita masih low skill-medium skill, itulah urutannya. Masih jauh dari negara tetangga kita, stunting menggerus pendapatan per kapita kita karena jika dibandingkan kelompok stunting berpenghasilan 20 persen lebih rendah," ungkapnya. 

"Ingat selain stunting, ada mental emotional disorder, saat ini diantara 100 remaja ada 9,8 persen remaja yang error, ada 7 dari 1000 orang yang ODGJ, kasus NAPZA 5,1 persen. Lalu anak-anak muda menyebut toxic relationship, perceraian meningkat pesat. Tahun 2021 ada 581 ribu keluarga, hati-hati," papar Hasto.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore