Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 November 2023 | 00.27 WIB

Bahaya Penggunaan Kompor Gas, Penelitian Menyebutkan Ada Hubungan dengan Asma pada Anak-Anak

Seorang ibu terpaksa menggunakan tungku kayu bakar dan membiarkan kompor gasnya teronggok karena kelangkaan elpiji 3 kilogram.

JawaPos.com - Menurut laporan, kompor gas di seluruh Eropa telah menghasilkan partikel beracun yang berkontribusi pada kasus asma pada anak-anak di dapur, ruang keluarga, dan kamar tidur.

Para peneliti menemukan bahwa rumah-rumah yang menggunakan kompor gas memiliki tingkat nitrogen dioksida yang hampir dua kali lipat lebih tinggi daripada rumah-rumah yang memasak tanpa menggunakan gas.

Dilansir oleh JawaPos.com dari theguardian.com, sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Belanda menguji kualitas udara di 247 rumah.

Menemukan bahwa rata-rata tingkat nitrogen dioksida (NO2) hampir dua kali lipat lebih tinggi pada rumah yang menggunakan kompor gas dibandingkan dengan rumah yang menggunakan kompor listrik.

Dalam kelompok yang menggunakan kompor gas, satu dari empat rumah melebihi tingkat polusi per jam yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, sementara dalam kelompok yang menggunakan kompor listrik, tidak ada yang melampaui batas tersebut.

Piet Jacobs, ilmuwan dari Organisasi Penelitian Ilmiah Terapan Belanda mengatakan, perubahan ke alat masak listrik, sebaiknya dikombinasikan dengan penggunaan tudung ventilasi yang dirancang dengan baik.

Untuk mengurangi paparan terhadap partikel tingkat tinggi dari memasak dapat menurunkan nilai-nilai ini menjadi di bawah tingkat yang direkomendasikan.

Pembakaran gas untuk memasak makanan dapat melepaskan polutan yang merusak paru-paru dan saluran udara, berpotensi berhubungan dengan asma pada anak-anak, meskipun hubungan sebab akibat belum terbukti.

Mereka menemukan bahwa peningkatan polusi dapat berlanjut selama beberapa jam dan intensitasnya meningkat dengan durasi memasak yang lebih lama.

Secara keseluruhan, dalam periode pengujian selama 13 hari, batas harian yang ditetapkan oleh WHO untuk polusi NO2 dilanggar rata-rata selama 3,25 hari.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore