
Tim dokter Obgyn Center di Mayapada Hospital Bogor sukses melakukan tindakan perdana Total Laparoscopic Hysterectomy Bilateral Salpingo-oophorectomy (TLHBSO). (Mayapada)
JawaPos.com - Penggunaan teknologi yang canggih dalam dunia kedokteran memang memberi harapan baik untuk pengobatan penyakit pasien. Salah satunya bisa dilihat lewat laparoskopi ginekologi, yang diperuntukan untuk mendiagnosis hingga mengobati penyakit kandungan.
Perlu diketahui, bedah laparoskopi adalah teknik bedah invasif minimal yang digunakan untuk mengakses dan melakukan tindakan di daerah perut dan panggul. Dalam prosedur ini, digunakan laparoskop, yaitu sebuah batang teleskopik tipis yang dilengkapi dengan kamera di ujungnya.
Laparoskop dimasukkan melalui sayatan kecil, berukuran hanya 0,5 cm-1 cm di dinding perut, untuk memberikan visualisasi langsung ke dalam tubuh tanpa harus membuka perut secara menyeluruh. Dengan demikian, dokter bisa melihat jelas dan melakukan tindakan operasi dengan bantuan layar monitor yang menampilkan gambaran dari laparoskop.
Lantas, bagaimana dengan Laparoskopi ginekologi?
Beberapa penyakit kandungan pun bisa ditindak dengan laparoskopi ginekologi. Seperti endometriosis yang meliputi diagnosis, eksisi, atau ablasi jaringan endometriotik. Lalu kista ovarium yang meliputi evaluasi dan pengangkatan kista.
Penilaian tuba falopi (saluran indung telur) juga bisa dilakukan degan laparoskopi ginekologi. Apakah ada penyumbatan atau kelainan. Atau bisa juga untuk sterilisasi tuba.
Untuk penanganan adhesi atau perlengketan panggul, guna mengevaluasi dan membebaskan perlengketan di panggul. Hingga tindakan histerektomi, yakni pengangkatan rahim bersama atau tanpa pengangkatan serviks, semuanya bisa dilakukan melalui prosedur laparoskopi ini.
Bicara soal pengangkatan rahim secara minimal invasif, tindakan ini baru saja dilakukan tim dokter Obgyn Center di Mayapada Hospital Bogor. Dipimpin dr. Yudi Andriansyah, Sp.OG(K)Onk, M.Kes sebagai dokter operator utama, tim dokter Obgyn Center sukses melakukan tindakan perdana Total Laparoscopic Hysterectomy Bilateral Salpingo-oophorectomy (TLHBSO).
Tindakan ini melibatkan pengangkatan rahim, kedua indung telur, dan salurannya menggunakan teknik bedah laparoskopi. “Tindakan ini dilakukan pada seorang pasien wanita dengan kista ovarium dan myoma pada rahim, serta memiliki riwayat kanker payudara sebelumnya dan telah menjalani beberapa terapi kanker,” ujar dr. Yudi.
Diungkapkan dr. Yudi, pengangkatan kista atau myoma dalam tahap tertentu memang diperlukan. Sebab, kista pada ovarium dan myoma/benjolan pada rahim bisa menimbulkan beberapa gejala yang sangat mengganggu aktivitas. Seperti nyeri hebat di panggul, gangguan haid, perut membesar, hingga bisa juga menimbulkan gangguan pada usus dan kandung kemih.
“Oleh sebab itu, pada tahap tertentu penting untuk dilakukan pengangkatan kista dan myoma ini,” terangnya.
Apa saja keuntungan laparoskopi ginekologi?
Bedah laparoskopi memiliki keunggulan dan manfaat yang lebih untuk pasien, dibandingkan dengan teknik bedah terbuka.
Antara lain minimal invasif sehingga lebih minim sayatan, perdarahan, dan nyeri pasca operasi. Lalu, waktu pemulihan yang lebih cepat serta waktu rawat inap yang lebih singkat sehingga pasien dapat segera kembali beraktivitas pasca operasi. Terakhir, risiko komplikasi lebih rendah, seperti infeksi luka, hernia, dan perlengketan organ.
Penting untuk diperhatikan bahwa kesesuaian operasi laparoskopi bergantung pada kondisi spesifik, kesehatan pasien secara keseluruhan, dan keahlian ahli bedah ginekologi. Evaluasi dan konsultasi menyeluruh dengan dokter spesialis kandungan sangat penting untuk menentukan pendekatan yang paling tepat untuk setiap kasus individu.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
