Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Lies Dina Liastuti bersama dokter lainnya menyampaikan perkembangan penanganan pasien obesitas atas nama Fajri, 26 (Royyan/JawaPos.com).
JawaPos.com - Pasien obesitas atas nama Fajri, 26, tengah mengalami perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti mengatakan bahwa kasus yang terjadi pada yang bersangkutan merupakan hal yang langka.
Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa saat ini Fajri dirawat di ruangan khusus yang terpisah dari pasein lainnya di RSCM.
"Karena kondisi yang sangat luar biasa itu, kami tidak bisa merawat di ruang rawat biasa, kami menyiapkan ruang rawat khusus satu ruangan hanya untuk yang bersangkutan," ujar Lies kepada wartawan, Rabu (14/6).
Lebih jauh lagi, ia menerangkan bahwa ruang perawatan khusus untuk Fajri juga dimodifikasi sedemikian rupa agar dapat memudahkan perawatan.
"Jadi untuk pasien tersebut seluruh perawatan kita tarik ke ruangan tersebut dengan memodifikasi ruangannya, kita membobok pintu dan sebagainya," jelas Lies.
Pasalnya, Lies menjelaskan bahwa dengan bobot berat badan pasien yang sebesar itu, tak mungkin juga ia tidur di tempat tidur seperti yang biasa ditempatkan untuk pasien di rumah sakit.
"Tidak memungkinkan adanya tempat tidur yang sebesar yang dibutuhkan dan berat sekali, dan alat alat untuk ICU kita tarik untuk ditaruh di sana, untuk dimonitor all out untuk pasien tersebut," pungkasnya.
Sebelumnya, Pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) membenarkan tengah merawat pasien obesitas hingga 200 kg bernama Fajri. Ia dirujuk dari Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang ke RSCM pada Jumat (9/6) malam lalu.
Usai menerima rujukan tersebut, RSCM langsung melakukan triage di IGD. Kemudian, yang bersangkutan dipindahkan ke ruang rawat inap terpadu Gedung A.
"Di mana di ruangan tersebut hanya ada pasien Fajri," ujar keterangan rilis dari pihak RSCM yang diterima JawaPos.com, Rabu (14/6).
Adapun saat pertama kali datang ke RSCM, keadaan Fajri dalam keadaan sadar penuh dan dapat diajak berkomunikasi. Hanya saja, pasien mengalami kelelahan pasca-evakuasi dari RSU Kota Tangerang.
Saat ini, pihak RSCM menyatakan bahwa pasien masih dalam penanganan dan dalam proses obeserbasi untuk perencanaan prosedur perawatan bagi pasien.
"Di antaranya ventilasi mekanik menggunakan ventilator untuk membantu pernapasan sementara, pemantauan ketat tanda vital tekanan darah, pernapasan, saturasi oksigen, dan laju nadi, teropong saluran napas untuk evaluasi ada dahak yang tersumbat atau tidak, dan menilai saluran napas dan paru-paru pasien," urai pihak RSCM.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
