Mikael Jasin, winner Indonesian Barista Championship 2019 dan peraih peringkat 4 World Barista Championship.
JawaPos.com–Orang Indonesia termasuk generasi mudanya hampir tidak bisa dipisahkan dengan kebiasaan nongkrong. Tiada hari tanpa ngopi.
Terbukti, saat ini jumlah kafe dan coffee shop terus bertambah dengan peminat yang tidak pernah sepi. Namun, kebiasaan ngopi itu ternyata tidak jarang diikuti kurangnya kepedulian tentang kandungan gizi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Salah satu akibat dari rendahnya kesadaran itu adalah banyaknya isu kesehatan yang timbul karena kurang serat. Berdasar data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dari Kementerian Kesehatan, di Indonesia 93,5 persen masyarakatnya masih mengalami kesulitan untuk memenuhi 30 gram serat yang jadi kebutuhan harian.
Susu atau krimer menjadi bahan yang paling banyak dicampurkan dalam satu gelas kopi atau teh. Misalnya, latte atau cappucino. Sayangnya, dua bahan itu tak bisa mencukupi kebutuhan serat.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Luluk Antarnis mengatakan, untuk penderita maag, dipastikan perut tidak boleh kosong. Meski pencinta kopi, baik itu kopi susu atau non milk, menurut Luluk penting untuk tetap memperhatikan kebutuhan serat harian.
”Kecukupan serat bisa membuat usus lebih sehat. Kalau bisa, kopi yang dikonsumsi juga jangan tinggi gula,” ucap Luluk Antarnis.
Ada banyak pilihan pengganti susu atau krimer yang non tinggi glukosa tapi tinggi serat. Product Manager Fiber Creme Octavianus Indrawan mengatakan, kini kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat kian tinggi. Termasuk memilih bahan makanan atau minuman yang dikonsumsi.
”Kami mencoba mengambil market melalui produk alternatif fibercreme yang rendah gula, nol kolesterol, bebas gluten, dan laktosa,” kata Octavianus.
Octavianus mengungkapkan, pihaknya berkolaborasi dengan Titik Koma dan Mikael Jasin, winner Indonesian Barista Championship 2019 dan peraih peringkat 4 World Barista Championship. Fibercreme bersama Titik Koma akan keliling ke seluruh store untuk menyuguhkan menu baru yang tinggi serat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
