
PROTOKOL KETAT: Tim dokter sedang menolong persalinan melalui operasi Caesar di sebuah RSIA di Jakarta. (Adek Berry/AFP)
JawaPos.com - Lahiran normal maupun lewat operasi caesar sama-sama menjadi perjuangan yang hebat bagi seorang ibu untuk melahirkan anak. Namun, sering muncul pertanyaan, apakah boleh melahirkan normal usai caesar?
Dilansir dari ANTARA, Rabu (5/4), Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, SpA(K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia mengatakan, topik mengenai bisa tidaknya seorang perempuan bisa melahirkan normal setelah caesar seringkali muncul dalam ruang konsultasinya. Ini mengingat adanya pendapat yang menyatakan seseorang tak dapat melahirkan normal apabila pernah melahirkan caesar.
Namun, melahirkan normal setelah melalui operasi caesar bisa dilakukan dengan syarat kandungan sudah pulih. Diungkapkan, setelah melahirkan caesar sebetulnya ada yang namanya VBAC atau Vaginal Birth After Caecarian Section
VBAC adalah melahirkan melalui pervaginaan setelah melahirkan melalui operasi caesar (C-section) yang melibatkan pembuatan sayatan bedah di perut ibu. Studi dari American Pregnancy Association menunjukkan sebanyak 60 persen hingga 80 persen wanita yang melahirkan secara caesar berhasil melahirkan secara normal pada kehamilan berikutnya.
Hasil studi ini didukung data lain dari National Institute of Child Health and Human Development yang memperlihatkan sekitar 75 persen upaya VBAC berhasil. Perempuan yang ingin memillih VBAC disarankan berkonsultasi dulu dengan dokter. Termasuk untuk mengetahui apakah kandungannya sudah pulih usai melahirkan caesar.
"Karena saat melahirkan normal pasti kontraksi sekencang-kencangnya, jadi, harus yakin dulu (kandungan) sudah pulih kembali," kata Ariani.
Di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) pada 2018 menunjukkan, tingkat persalinan caesar dalam skala nasional naik dari 8,2 persen (Riskesdas 2013) menjadi 17,6 persen. Ariani mengatakan, ada banyak faktor di balik peningkatan angka caesar, termasuk indikasi klinis dan faktor non-klinis seperti permintaan orangtua.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
