Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 05.42 WIB

7 dari 11 Anak Terkontaminasi Senyawa Pemicu Gangguan Ginjal Akut

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (4/7/22). Menkes menjelaskan mengenai tahapan kelas standar BPJS Kesehatan. Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS - Image

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (4/7/22). Menkes menjelaskan mengenai tahapan kelas standar BPJS Kesehatan. Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan semakin menemukan titik terang dugaan penyebab gangguan ginjal akut. Dugaan kuat diakibatkan karena cemaran obat yang mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, dari hasil penelitian di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) terungkap dari 11 anak yang diteliti dalam pemeriksaan toksikologi atau pemeriksaan zat, 7 anak terkontaminasi senyawa kimia tersebut.

Awalnya, kata dia, tim Kemenkes sempat menduga ketika ada kenaikan kasus mungkin dipicu oleh patogen atau bakteri, virus, dan parasit. Akan tetapi sampai September, tak ada bukti itu atau sangat sedikit virus di dalam tubuh anak setelah diselidiki dengan tes patologi.

"Barulah saat ada kasus obat di Gambia dengan puluhan anak meninggal, maka mata kami terbuka. Kami mengujinya dengan tes toksikologi," jelas Menkes Budi secara virtual, Jumat (21/10).

"Hasil tes ternyata dari semua anak-anak. Dari 11 anak, 7 anak positif memiliki senyawa atau zat kimia senyawa tadi. Konfirm. Itu kan sudah lebih dari 50 persen. Ini disebabkan oleh senyawa kimia tadi," tambahnya.

Menurut Menkes Budi, jika senyawa kimia tadi itu masuk ke tubuh kita, maka tubuh akan mengubah metabolisme menjadi asam oksalat. Dan zat itu berbahaya.

"Jika itu masuk ke ginjal jadi kristal oksalat. Sehingga kalau ada di ginjal balita, ya rusak ginjalnya," paparnya.

"Maka setelah kami teliti, oh ternyata ada ya senyawanya, pasti ginjalnya rusak tuh," jelasnya.

Setelah itu kembali dilakukan bbiopsi oleh RSCM kepada pasien atau double check. Dan ternyata benar terkonfirmasi.

"Ternyata ginjal rusak adanya kalsium oksalat itu tadi. Ada kristalnya," katanya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore