
Ada mitos seputar penyakit ginjal yang belum tentu benar. Misalnya saja menahan buang air kecil dan duduk terlalu lama sering dihubungan dengan sakit ginjal.
JawaPos.com - Sebanyak 131 anak di Indonesia terkena penyakit ginjal akut misterius yang tak diketahui penyebabnya. Rata-rata, mereka mengalami kondisi yang sama yakni susah pipis atau tidak keluar air seni sama sekali.
“Kami awalnya merasa heran kok ini aneh ya, anak-anak mengalami kondisi serupa. Dan kami melihat lonjakan paling banyak terjadi pada Agustus dan September. Oktober ada 9 kasus hingga saat ini,” ujar Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI dr. Eka Laksmi Hidayati kepada wartawan baru-baru ini.
Dari 131 anak yang mengalami AKI, IDAI tak bisa menyebutkan angka pasti berapa anak yang meninggal dunia. Akan tetapi, IDAI menyebutkan bahwa angka kematiannya tinggi.
Pertama, anak mengalami infeksi batuk pilek, diare, dan muntah. Namun infeksi derajat keparahannya diyakini tidak berat.
“Gejalanya seragam ya. Namun diare dan muntah ini sebetulnya tidak berat ya. Bukan suatu kondisi yang menyebabkan AKI seharusnya. Namun pada kasus ini, anak-anak yang mengalami gejala itu berujung pada gangguan ginjal akut,” ungkap dr. Eka.
Selain itu, umumnya anak-anak mengalami demam. Dan setelah mengalami gejala itu, selama 3-5 hari kemudian barulah mereka mendadak tak bisa buang air kecil atau sedikit produksi urine-nya.
“Tak bisa buang air kecil. Anak-anak ini hampir semuanya datang dengan tidak buang air kecil, atau air kecilnya sedikit. Harus segera diperiksakan,” kata dr. Eka.
Harus Waspada Jika Produksi Urin Berkurang
Orang tua diminta waspada ketika anak jarang buang air kecil atau sama sekali tidak pipis. Bagi anak yang masih memakai popok, tentu orang tua akan mengetahui kapan frekuensi mengganti popok.
“Ibu paham lah pasti, berapa kali ganti popok dan anak pipis. Jadi mulai curiga kalau anak jarang pipis,” kata dr. Eka.
Menurut Ketua Pengurus Pusat IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A (K) para orang tua bisa memonitor berapa kali anak buang air kecil. Batasan idealnya yakni 1 CC per kilo per jam.
“Orang tua harus tahu kalau anaknya kurang urinnya. Misalnya berat 10 kg artinya urinnya harus 10 cc per jam. Dan segera bawa ke RS jika memang ada kecurigaan,” tegas dr. Piprim.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
