Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 September 2022 | 21.12 WIB

Ketahui Jalur Penularan Virus Polio Saat Memasuki Tubuh Manusia

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Virus polio merupakan penyakit berbahaya karena mengancam penderitanya sampai mengalami kelumpuhan. Dunia kembali diingatkan untuk waspada dan mengejar cakupan vaksinasi untuk mencegah penyakit ini. Penularan dapat terjadi pada seseorang yang belum divaksinasi.

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan status darurat polio atau Acute paralytic poliomyelitis di New York, AS, menjadi pengingat bahwa virus polio masih ada dan menyebabkan 1 kasus lumpuh. Deteksi atau surveilans, kata dia, penting dilakukan untuk mencegah penularan. Pasalnya, seseorang yang tak bergajala bisa menulari orang lain.

“Adanya outbreak atau Kejadian Luar Biasa (KLB), harus jadi pengingat ya. Hal itu agar setiap negara segera merespons, agar potensi wabah lain bisa dicegah ya. Potensi KLB penyakit lain misalnya difteri, campak, penyakit lain yang bisa dicegah dengan imunisasi segera dikejar. Sebab akibat pandemi yang membuat cakupan vaksinasi menurun, maka penyakit itu bisa timbul lagi. Makanya harus segera lakukan imunisasi dasar pada anak,” ungkap Dicky kepada JawaPos.com, Senin (12/9).

 

Bagaimana Penularan Virus Polio?

 

Dicky menyebutkan virus polio masuk ke tubuh melalui mulut, turun dari tenggorokan ke saluran cerna, kemudian berkembang biak di usus. Pada beberapa kasus virus masuk ke aliran darah dan menginfeksi susunan saraf pusat.

“Hal itu yang menjadi penyebab terjadinya kelumpuhan,” ungkap Dicky.

Dicky menyebut seseorang terpapar virus polio bisa saja tak bergejala. Atau gejala awal virus ini mirip dengan flu. Hampir semua virus, kata dia, gejala awalnya mirip dengan flu.

“Makanya sering tak disadari. Ya monkeypox, Covid, flu apapun awalnya ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan, pilek, tak enak badan, nyeri otot, kelelahan, diare. Mirip-mirip,” katanya.

Pada beberapa kasus yang paling parah dapat menyerang susunan saraf pusat dan mengakibatkan kelumpuhan. Penularan tak hanya lewat kotoran atau tinja tetapi juga lewat percikan air liur.

“Pada beberapa kasus secara imunitas baik, hilang gejalanya. Tapi dia tetap bisa menginfeksi orang. Makanya makanan minuman yang tak ditutup bisa tercemar. Percikan ludah, bisa jadi sumber penularan,” ungkapnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore