Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Agustus 2022 | 21.27 WIB

Cacar Monyet Bisa Diobati dengan Tecovirimat, Ketahui Khasiatnya

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Sebuah penelitian memastikan obat Tecovirimat (TPOXX) menjadi obat antivirus yang disetujui untuk pengobatan cacar. Badan Pengawasan Obat (FDA) AS sudah menyetujui penggunaan obat tersebut.

Menurut sebuah studi UC Davis Health, obat itu dapat mengobati lesi kulit dan gejala cacar monyet. Penelitian ini adalah salah satu yang paling awal untuk mengevaluasi dan mendokumentasikan efek penggunaan obat antivirus ini untuk mengobati pasien cacar monyet.

Tecovirimat (TPOXX) adalah obat antivirus yang disetujui FDA untuk pengobatan cacar. Fungsinya menghambat fungsi protein dalam pelepasan virus sehingga mencegah penyebaran virus di dalam tubuh.

Khasiat Obat

Dilansir dari The Print, Selasa (30/8), obat ini diperuntukkan mengobati orang dewasa dan anak-anak dengan infeksi orthopoxvirus, termasuk monkeypox. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengizinkan dokter untuk meresepkan tecovirimat sesuai indikasi.

Pakar penyakit menular dari UC Davis memberikan informasi tentang 25 pasien monkeypox yang menerima terapi tecovirimat dalam sebuah surat penelitian yang dipublikasikan di jurnal JAMA. Dan akhirnya tecovirimat terbukti efektif.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa 13 persen pasien memerlukan rawat inap, meskipun faktanya gejala biasanya hilang dengan sendirinya dalam 2-4 minggu. Antara 3 Juni dan 13 Agustus 2022, pasien yang dirujuk ke UC Davis Medical Center, terutama oleh Departemen Kesehatan Masyarakat Kabupaten Sacramento, dimasukkan dalam penelitian baru.

Tecovirmat oral diresepkan untuk pasien yang memiliki lesi (ruam) kulit di beberapa bagian tubuh atau di lokasi yang sensitif seperti wajah atau area genital. Data klinis dikumpulkan pada penilaian tatap muka awal untuk pengobatan serta pada hari ke 7 dan 21 setelah dimulainya terapi melalui wawancara tatap muka atau telepon.

Sebanyak 25 pasien dengan infeksi monkeypox yang dikonfirmasi menyelesaikan terapi tecovirimat secara total. Mereka semua laki-laki. Mereka berusia antara 27 dan 76. (usia rata-rata adalah 40). HIV ditemukan pada 9 pasien. Sebanyak 4 pasien menerima dosis vaksinasi JYNNEOS setelah gejala muncul, sementara hanya satu pasien yang mendapat vaksin cacar.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore