
Ilustrasi telapak tangan pasien kasus cacar monyet.
JawaPos.com - Bekas luka cacar monyet dapat meninggalkan perubahan permanen yang tidak diinginkan pada kulit. Bekas lukanya sulit hilang dan membutuhkan proses.
Dokter kulit bersertifikat dr. Trisha Dasgupta mengatakan kepada ABC News bahwa beberapa pasien mungkin mengalami bekas luka depresi atau atrofi yang terlihat seperti yang terlihat setelah infeksi atau jerawat yang parah.
Luka cacar monyet dapat sembuh dengan perubahan warna kulit yang cerah atau gelap. Dasgupta mencatat bahwa bekas luka ini dapat memiliki penampilan dan tingkat keparahan yang bervariasi.
"Lesi (luka) pada wajah cenderung sembuh lebih baik daripada bagian tubuh lainnya," katanya seperti dilansir dari Science Times, Jumat (19/8).
Para ahli menyarankan merawat kulit sebagai cara terbaik untuk mencegah jaringan parut. Setelah sembuh, disarankan untuk pergi ke dokter kulit atau kecantikan untuk menyembuhkannya.
Sejumlah pasien mengeluhkan luka cacar monyet terasa perih dan nyeri. Luka atau ruam (lesi) muncul setelah demam turun. Luka cacar monyet berangsur sembuh namun sulit hilang.
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS mengatakan bahwa lesi cacar monyet bersifat keras atau kenyal, berbatas tegas, dalam, dan kadang-kadang dapat berkembang menjadi pusaran yang terlihat dengan titik di atasnya. Luka itu sering terasa menyakitkan sampai sembuh ketika mereka menjadi gatal.
Luka dapat berkembang di bagian tubuh mana pun. Evolusi mereka berkembang melalui empat langkah yakni makula, populer, vesikular, dan pustular.
1. Ruam Makula
Ruam dimulai sebagai makula, ketika lesi pertama kali muncul sebagai area datar pada kulit yang berubah warna. Warnanya ditandai dengan kemerahan.
2. Ruam Papula
Kemudian ruam menjadi papula, berkembang menjadi benjolan yang terangkat. Bentuknya lebih tinggi daripada daerah sekitarnya.
3. Ruam Vesikel
Ketika ruam menjadi vesikel, bakal menyerupai lepuh kecil benjolan yang menonjol dengan cairan bening. Ada pula yang berisi nanah.
4. Ruam Pastula
Tiga tahap pertama masing-masing berlangsung selama satu hingga dua hari. Kemudian lesi berkembang menjadi pustula. Tahap ini biasanya berlangsung lima sampai tujuh hari. Lesi menjadi berisi cairan buram dan bulat serta keras saat disentuh.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
