Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Mei 2022 | 18.19 WIB

Pucat dan Harus Transfusi Darah, Ini Cara Deteksi Penyakit Talasemia

SKRINING: Diagnosis talasemia dapat diketahui lewat tes darah lengkap dan elektroforesis Hb. (Dite Surendra/Jawa Pos) - Image

SKRINING: Diagnosis talasemia dapat diketahui lewat tes darah lengkap dan elektroforesis Hb. (Dite Surendra/Jawa Pos)

JawaPos.com - Seseorang yang mengidap penyakit talasemia umumnya memiliki gejala dan ciri-ciri khas. Bahkan gejalanya muncul saat usia anak-anak usia sebelum 2 tahun, salah satunya pucat dan anemia.

Plt. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kemenkes, dr. Elvieda Sariwati, M.Epid, mengatakan talasemia adalah penyakit keturunan (kelainan genetik) akibat kelainan sel darah merah yang dapat menyebabkan penderita harus melakukan transfusi darah sepanjang usianya. Penyakit tersebut bisa dicegah melalui deteksi dini.

"Deteksi dini bertujuan untuk mengidentifikasi pembawa sifat talasemia agar tidak terjadi perkawinan sesama pembawa sifat," katanya dalam konferensi pers virtual, Selasa (10/5).

Ada beberapa cara untuk memastikan seseorang menderita talasemia. Bagaimana cara deteksi penyakit ini?

Pemeriksaan darah

Menurutnya talasemia dapat diturunkan dari perkawinan antara dua orang pembawa sifat. Seorang pembawa sifat talasemia secara kasat mata tampak sehat (tidak bergejala), hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan darah dan analisis hemoglobin.

Cek Riwayat Keluarga

Cara mengetahui seorang talasemia dilakukan melalui pemeriksaan riwayat penyakit keluarga yang anemia atau pasien talasemia, pucat, lemas, riwayat transfusi darah berulang, serta pemeriksaan darah hematologi dan Analisa Hb.

Cek Kesehatan Anak di Sekolah

Melaksanakan penjaringan kesehatan pada anak sekolah dengan integrasi program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Sehingga diperoleh anak yang terkena penyakit ini.

Berdasarkan data dari Yayasan Talasemia Indonesia, terjadi peningkatan kasus talasemia yang terus menerus. Sejak tahun 2012 sebanyak 4.896 kasus hingga bulan Juni Tahun 2021 data penyandang talasemia di Indonesia sebanyak 10.973 kasus.

Dari sisi pembiayaan, menurut data BPJS Kesehatan 2020 beban pembiayaan kesehatan sejak tahun 2014 sampai tahun 2020 terus meningkat. Talasemia menempati posisi ke-5 di antara penyakit tidak menular setelah penyakit jantung, gagal ginjal, kanker dan stroke yaitu 2,78 triliun tahun 2020.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore