
Ilustrasi anak akan dikhitan. Istimewa/Dok Panitia
JawaPos.com–Paling sulit membujuk anak laki-laki untuk mau dikhitan atau sunat. Satu hal yang sudah terbayang lebih dulu adalah rasa sakit saat dikhitan dan disuntik.
Selain laser, kini khitan semakin modern lagi dengan metode tekno klem. Kenyamanan anak, alat yang digunakan, dan proses pemulihan menjadi beberapa faktor pertimbangan khitan.
Dulu sunat dilakukan secara konvensional yang kadang membuat anak merasa takut menjalaninya. Apalagi dengan proses penyembuhan yang lama sehingga aktivitas anak bisa terhambat atau tertunda.
”Dengan metode klem saat ini semakin praktis ya. Kalau tekno klem adalah klem ini tidak perlu terpasang setelah sunat. Jadi saat anak pulang ke rumah, tidak ada lagi klem yang masih terpasang, jadi anak akan merasa nyaman,” kata Ketua Umum Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (Asdoki) Darsono dalam diskusi bersama PT Tekno Klem Indonesia, kepada wartawan, Minggu (27/3).
Apa bedanya dengan teknik khitan lain? Menurut Anwar Indra Syafrudin, dengan metode itu, risiko kejadian pascasunat sangat minimal dan meminimisir risiko perdarahan dan lainnya. Hasil sunat diklaim lebih rapi dan estetis dan proses pemulihan cepat.
”Tidak ada jahitan atau balutan kasa. Dan setelah sunat, anak bisa bebas mandi setiap hari,” ujar Anwar Indra Syafrudin
Manfaat Sunat
Sunat atau sirkumsisi memiliki manfaat terhadap kesehatan. Antara lain membantu menjaga kebersihan penis dan sekitarnya. Mencegah infeksi pada penis, juga mencegah risiko terjadinya kanker penis.
Selain itu, menurunkan risiko penularan penyakit menular seksual, seperti HIV. Menurunkan risiko terjadinya kanker serviks pada perempuan pasangannya.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
