Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Februari 2022 | 14.37 WIB

Tertular Covid-19 Omicron Lagi, Ini 3 Alasan Seseorang Reinfeksi

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman. Dok pribadi - Image

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman. Dok pribadi

JawaPos.com–Meluasnya varian Omicron dari Covid-19, membuat seseorang mudah terinfeksi kembali meski sudah pernah terinfeksi sebelumnya. Pertanyaan awam, mengapa sudah vaksin tetapi masih terinfeksi kembali? Itu karena vaksin tidak mencegah seseorang terinfeksi dari Covid-19, hanya saja efektif melindungi dari keparahan dan kematian.

Hal itu diungkapkan Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman. Apa yang dimaksud dengan reinfeksi atau terinfeksi kembali? Hal itu jika seseorang tertular Covid-19 kembali dalam kurun waktu 90 hari minimal setelah tertular periode pertama.

”Potensi terjadinya reinfeksi atau terinfeksi kembali, beda varian, atau bisa juga dalam satu varian tapi dalam subvarian berbeda, ini jadi lebih besar potensinya. Era Omicron 16 kali lebih mudah terinfeksi data dari Inggris. Dan dua kali pada orang yang tidak divaksin lebih mudah daripada yang divaksin,” tegas Dicky kepada JawaPos.com, Jumat (11/2).

Menurut dia ada batas waktu 90 hari penularan dari sejak infeksi pertama. Sebaliknya, jika kurang dari kurun waktu itu, artinya bukan reinfeksi, tetapi masih merasakan dampak Covid berkepanjangan.

”Jika masih kurang dari 90 hari, itu artinya seseorang masih sakit Covid-19 bagian yang pertama,” jelas Dicky.

Lalu mengapa seseorang bisa terinfeksi Covid-19 kembali? Ada beberapa alasan menurut Dicky.

Imunitas Menurun 

Status imunitas berpengaruh. Daya kebal seseorang terhadap vaksin adalah 6 bulan. Jika lebih dari itu, maka imunitas atau perlindungannya menurun.

”Dan setelah terinfeksi tetap penting untuk divaksin. Setelah isolasi, langsung diberikan vaksin. Ada negara yang menunggu sampai 21–28 hari. Tapi kalau memang vaksin ada tersedia, setelah masa isolasi harus divaksin,” kata Dicky.

Varian Lebih Menular

Adanya varian yang mudah menginfeksi seperti Delta dan Omicron mampu menurunkan efikasi antibodi. Sehingga seseorang harus lebih meningkatkan disiplin dalam taat protokol kesehatan.

Abai 3M 

Tentu yang terakhir adalah seseorang yang abai terhadap protokol kesehatan akan mudah terpapar. Ini menyebabkan reinfeksi.

”Sekali lagi kecenderungannya pada yang sudah vaksin lengkap, jika reinfeksi tak terlalu parah. Negara-negara maju bahkan sudah menerapkan aturan bahwa fully dose ya 3 dosis atau sudah booster. Tentunya status vaksinasi lengkap akan 3 dosis. Omicron jadi rujukan ya bahwa 3 dosis akan efektif, ini yang harus dikejar,” papar Dicky.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore