
Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman. Dok pribadi
JawaPos.com–Meluasnya varian Omicron dari Covid-19, membuat seseorang mudah terinfeksi kembali meski sudah pernah terinfeksi sebelumnya. Pertanyaan awam, mengapa sudah vaksin tetapi masih terinfeksi kembali? Itu karena vaksin tidak mencegah seseorang terinfeksi dari Covid-19, hanya saja efektif melindungi dari keparahan dan kematian.
Hal itu diungkapkan Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman. Apa yang dimaksud dengan reinfeksi atau terinfeksi kembali? Hal itu jika seseorang tertular Covid-19 kembali dalam kurun waktu 90 hari minimal setelah tertular periode pertama.
”Potensi terjadinya reinfeksi atau terinfeksi kembali, beda varian, atau bisa juga dalam satu varian tapi dalam subvarian berbeda, ini jadi lebih besar potensinya. Era Omicron 16 kali lebih mudah terinfeksi data dari Inggris. Dan dua kali pada orang yang tidak divaksin lebih mudah daripada yang divaksin,” tegas Dicky kepada JawaPos.com, Jumat (11/2).
Menurut dia ada batas waktu 90 hari penularan dari sejak infeksi pertama. Sebaliknya, jika kurang dari kurun waktu itu, artinya bukan reinfeksi, tetapi masih merasakan dampak Covid berkepanjangan.
”Jika masih kurang dari 90 hari, itu artinya seseorang masih sakit Covid-19 bagian yang pertama,” jelas Dicky.
Lalu mengapa seseorang bisa terinfeksi Covid-19 kembali? Ada beberapa alasan menurut Dicky.
Imunitas Menurun
Status imunitas berpengaruh. Daya kebal seseorang terhadap vaksin adalah 6 bulan. Jika lebih dari itu, maka imunitas atau perlindungannya menurun.
”Dan setelah terinfeksi tetap penting untuk divaksin. Setelah isolasi, langsung diberikan vaksin. Ada negara yang menunggu sampai 21–28 hari. Tapi kalau memang vaksin ada tersedia, setelah masa isolasi harus divaksin,” kata Dicky.
Varian Lebih Menular
Adanya varian yang mudah menginfeksi seperti Delta dan Omicron mampu menurunkan efikasi antibodi. Sehingga seseorang harus lebih meningkatkan disiplin dalam taat protokol kesehatan.
Abai 3M
Tentu yang terakhir adalah seseorang yang abai terhadap protokol kesehatan akan mudah terpapar. Ini menyebabkan reinfeksi.
”Sekali lagi kecenderungannya pada yang sudah vaksin lengkap, jika reinfeksi tak terlalu parah. Negara-negara maju bahkan sudah menerapkan aturan bahwa fully dose ya 3 dosis atau sudah booster. Tentunya status vaksinasi lengkap akan 3 dosis. Omicron jadi rujukan ya bahwa 3 dosis akan efektif, ini yang harus dikejar,” papar Dicky.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
