
GANGGUAN: Melakukan sesuatu secara impulsif dan berulang menjadi salah satu tindakan penderita OCD. Pun dengan memastikan semua hal sudah tepat atau presisi. Seperti memastikan ukuran bulu karpet sama panjangnya. FOTO ILUSTRASI DIPERAGAKAN MODEL - PUGUH S
Beberapa waktu lalu, nama Aliando Syarief sempat bertengger dalam deretan trending Twitter. Kemunculannya kembali ke publik bukan mengenai project barunya di industri perfilman atau musik. Tapi, pemeran Warkop DKI Reborn 3 itu justru membawa kabar bahwa dirinya mengidap Obsessive-compulsive disorder (OCD). Lantas, apa itu OCD? Yang jelas, itu bukan metode diet obsessive Corbuzier’s diet (OCD), ya. Berbeda.
---
MELALUI fitur live di Instagram, Ali –sapaan akrab dari Aliando Syarief– mengumumkan bahwa dirinya sedang berjuang untuk melawan OCD. Aktor muda yang namanya moncer lewat sinetron Ganteng-Ganteng Serigala itu mengungkapkan, OCD membuat dirinya sulit untuk fokus.
Pria kelahiran Jakarta, 1996, tersebut mengatakan, dirinya tidak bisa berbuat apa pun selama dua tahun. Seharusnya, ada project yang mesti dijalani oleh Ali pada 2019 lalu. Karena itu, dengan terpaksa, dia angkat kaki sementara waktu dari ingar-bingar dunia industri perfilman atau musik.
Ali merasakan hal yang berbeda dalam tubuhnya. Misalnya, ketika dia bermain di set, tiba-tiba di dalam pikirannya menyuruh dirinya untuk mengulang dialog atau adegan. Jika dia mengindahkan, dia berpikir bakal ada yang celaka.
Ternyata, aktor yang sempat dikabarkan memiliki hubungan spesial dengan Prilly Latuconsina tersebut pernah mengidap OCD saat dirinya berusia 2 tahun. OCD itu kembali menyapa dirinya kala usianya 25 tahun.
Come back-nya Ali dengan kabar OCD mengukuhkan bahwa gangguan mental tidak mengenal latar belakang, profesi, hingga gender. Faktanya adalah gangguan mental bisa menyerang siapa saja. Tidak terkecuali figur publik.
Dokter Leonardi A. Goenawan SpKJ menuturkan, OCD adalah suatu gangguan yang cukup umum dan bersifat kronis. OCD membuat seseorang memiliki pikiran-pikiran (obsesi) yang sulit dikendalikan serta berulang dan atau perilaku (kompulsif) yang membuat seseorang merasa dipaksa untuk mengulang-ulang perbuatannya.
Lantas, apa ada gejala-gejala yang bisa diketahui? Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah –Puri Indah dan RS Pondok Indah– Bintaro Jaya itu menjelaskan, gejala yang dialami dapat mengganggu pada hampir semua aspek dalam kehidupan seseorang. Seperti pekerjaan, studi, dan hubungan personal. OCD gejala obsesi yang bisa dirasakan, misalnya, pikiran-pikiran atau citra mental yang berulang. Bahkan, dapat mengakibatkan kecemasan.
Bentuk pikiran yang umum ditemukan pada gejala obsesi, antara lain, ketakutan terhadap kuman atau kontaminasi (radiasi dan bahan kimia), pikiran-pikiran yang terlarang atau tabu yang berkaitan dengan seks dan agama, serta takut kehilangan kendali hingga dapat mencelakai orang lain (misalnya ibu yang membayangkan akan mencelakai bayinya).
Juga takut dan merasa bertanggung jawab akan terjadi sesuatu yang mencelakai atau mengerikan pada orang lain (misalnya, kebakaran dan kematian), hingga keinginan untuk membuat/mengatur semua secara simetris/mengikuti aturan tertentu.
Tidak hanya gejala obsesi, ada gejala kompulsif. Pada gejala tersebut, seseorang akan berperilaku repetitive (berulang). Hal itu bakal dirasakan oleh penderita OCD sebagai desakan untuk memberikan respons terhadap pikiran obsesif.
Bentuk-bentuk perilaku yang umum ditemukan adalah membersihkan dan atau mencuci secara berlebihan, mengatur dan menyusun sesuatu dengan cara tertentu dan presisi, serta memeriksa sesuatu secara berulang-ulang. Contohnya, kunci pintu, kompor, hingga pengulangan seperti membaca tulisan di jalan/menghitung/menyentuh/ memegang, kompulsi mental.
Misalnya, menghindari kata tertentu/menghitung hingga angka tertentu sambil mengerjakan sesuatu atau membayangkan citra mental tertentu untuk mencegah terjadinya sesuatu yang buruk dan lain-lain.
SOME FACTS OCD
- Penderita OCD tidak mampu mengendalikan pikiran dan perbuatannya. Meskipun penderita sadar bahwa tindakan itu tidak masuk akal dan berlebihan.
- Menghabiskan waktu setidaknya 1 jam sehari untuk obsesi dan/atau kompulsinya.
- Penderita OCD tidak mendapat kesenangan saat melakukan kompulsi atau ritualnya, tapi hanya kelegaan singkat dari kecemasan yang ditimbulkan oleh pikiran obsesif.
- Mengalami masalah yang cukup bermakna pada kehidupan sehari-hari akibat obsesi dan/atau kompulsinya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
