Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Agustus 2021 | 02.56 WIB

Mengandung Zat Besi, Rendang Hati Ayam Kurangi 8 Persen Risiko Anemia

Ilustrasi. Kurangnya protein pembentuk haemoglobin utama menyebabkan penderita menjadi pucat dan kekurangan darah (anemia). - Image

Ilustrasi. Kurangnya protein pembentuk haemoglobin utama menyebabkan penderita menjadi pucat dan kekurangan darah (anemia).

JawaPos.com - Anemia atau kurang darah biasanya ditandai dengan kondisi lemah, letih, lesu. Salah satu untuk mengatasi anemia adalah dengan mengonsumsi makanan gizi seimbang.

Dalam webinar PT Ajinomoto Indonesia dengan Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Kementerian Agama, diberikan edukasi panduan gizi, tips pelaksanaan program, dan berbagai aplikasi menu lezat bergizi seimbang. Pilot projectnya dilakukan oleh pesantren ataupun sekolah umum yang menyediakan menu makan siang bagi santri ataupun mahasiswa. Hal itu demi meningkatkan status gizi anak-anak remaja di Indonesia, terutama di masa pandemi.

“Tujuannya menurunkan prevalensi status anemia siswa atau santri melalui pemberian makanan bergizi seimbang dan pendidikan gizi," kata Katarina Larasati dari PT Ajinomoto Indonesia, dalam webinar baru-baru ini.

Ternyata rendang hati ayam mampu menurunkan risiko anemia. Risikonya berkurang 8 persen di kalangan santri. Hal itu karena menu rendang hati ayam mengandung zat besi.

"Setelah kami menyediakan menu yang tinggi kandungan zat besi seperti rendang hati ayam dan menu sayur yang dimasak dengan mudah dan nikmat. Hasilnya mampu mengurangi 8 persen kejadian anemia di kalangan santri pondok pesantren pertanian Darul Falah Bogor, dan 20,9 persen di Pondok Pesantren Darussalam Bogor" katanya.

Menurut Ahli Gizi di Departemen Gizi Masyarakat IPB Rimbawan mengatakan pengetahuan tentang gizi serta makanan bergizi seimbang bermanfaat untuk mengurangi risiko anemia. Menurutnya banyak lembaga pendidikan yang mengalami banyak kemajuan, namun dalam hal pangan, gizi, dan kesehatan, masih belum mendapatkan perhatian yang proporsional.

"Pada umumnya siswa/i mondok di pesantren, oleh karena itu kami menilai jika kondisi pangan, gizi dan kesehatannya baik, akan sangat berdampak pada peningkatan capaian pembelajarannya, terutama gizi seimbang bisa membuat mereka terhindar dari anemia,” tegas Rimbawan.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore