
Photo
JawaPos.com - Memilih untuk hidup sehat salah satunya bisa dengan menjadi vegetarian, yakni tidak menyantap makanan bernyawa, salah satunya daging-dagingan. Jangan sedih, vegetarian bisa juga ternyata menyantap steak.
Steak ini bukan terbuat dari daging. Hanya bentuk atau tampilannya saja yang mirip daging steak.
Vice Director of ABUBA steak Elzan Azis mengatakan seorang vegetarian yang tak makan daging tetap bisa menyantap plant-based steak atau steak yang terbuat dari protein nabati. Salah satunya adalah dari jamur.
"Dalam menyantap steak kini semakin berinovasi dan berkreasi. Kami sadar sudah semakin banyak orang yang sudah aware dengan pola hidup yang sehat (wellness living). termasuk di dalamnya adalah kepedulian terhadap lingkungan dan human being," katanya dalam webinar, Kamis (17/6).
Menururutnya gaya hidup sehat bisa juga menjadi pilihan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan dan kebaikan manusia. Dalam webinar bersama ABUBA steak dan Green Rebel Foods mengkampanyekan gerakan ramah lingkungan dengan mengedepankan gaya hidup sehat untuk mengedukasi masyarakat bahwa steak vegan juga bisa nikmat disantap oleh siapa saja.
"Bahwa kita khususnya vegetarian juga bisa menikmati steak yang salah satunya dari bahan jamur. Tentu saja tidak hanya dari kalangan vegan, tapi juga dari kalangan penikmat daging," katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Vegetarian dan selebriti dan instruktur senam, Vicky Burki. Ia mengaku sudah menjadi vegetarian sejak usia 40 tahun. Sebelumnya ia suka sekali menyantap daging apalagi steak. Vicky mengaku tidak diet, bahkan sehari bisa lima kali makan.
"Saya tak diet. Saya makan segala macam. Saya makan banyak banget. Sehari bisa 5 kali. Bisa nasi putih, mi instan. Tapi saya enggak makan makanan binatang bernyawa. Kok gak kenyang-kenyang sih? Yang penting hobi makan," katanya tertawa.
Menurut Vicky ia kini justru merasa sedih jika melihat binatang bernyawa disajikan di atas meja. Maka ia ikut menikmati steak plant-based dengan berbahan jamur.
"Namanya juga manusia biasa ya, yang penting bentuk steak-nya mirip asli daging. Rasanya sudah enak banget pasti tuh, makannya bikin happy. Tapi namanya manusia biasa dulunya kan suka makan daging sampai usia 40 tahun jadi itu terap butuh proses yang panjang," kata Vicky.
Dirinya masih mengonsumsi telur, keju dan susu hingga saat ini. Menurutnya, mata memang tak bisa membohongi seseorang dalam selera makannya.
"Dari kecil sampai 2004 jelang usia 40 tahun saya doyan banget daging tiba-tiba stop. Itu pilihan walaupun proses panjang. Mata memang nggak bisa membohongi, pasti kangen dong. Tapi setidaknya bagaimana sih makan steak yang bentuknya mirip wah itu sudah terpuaskan banget lho," ungkapnya.
"Intinya saya malah sekarang sedih kalau melihat kepala ikan tersaji di meja makan. Melihat orang makan ayam. Ih kok tega banget ya makan makanan bernyawa. Tapi ya itu kan pilihan, padahal sebetulnya biasa saja," kata Vicky.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
