
DEMI KEMANUSIAAN: Penyintas Covid-19 mendonorkan plasma konvalesen di PMI Jakarta (19/1). Pemerintah telah mencanangkan gerakan donasi plasma konvalesen untuk membantu pasien sembuh dari Covid-19. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JawaPos.com - Berbagai pengobatan pasien Covid-19 dilakukan dengan berbagai cara, karena belum ada obat pasti yang disetujui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Salah satu metode pengobatan yang efektif adalah dengan terapi dari donor darah plasma konvalesen. Apakah donor darah plasma konvalesen? Bisakah setiap penyintas Covid-19 menjadi peserta donor darah plasma konvalesen?
Dalam webinar internasional tentang Terapi Plasma Konvalesen (TPK) oleh diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha dan didukung oleh PT Itama Ranoraya Tbk dan Terumo Indonesia, dijelaskan soal terapi ini secara detail.
Ahli dari Universitas Kristen Maranatha, Dr. dr. Monica, Sp.An., KIC., M.SI., MM., MARS., mengatakan terapi itu adalah salah satu modalitas terapi dengan memindahkan plasma penyintas Covid-19 yang mengandung antibodi spesifik terhadap SARS-CoV-2 ke pasien Covid-19 yang masih menderita penyakit tersebut. Menurutnya, ada banyak sekali penelitian dengan hasil yang berbeda mengenai TPK. Ada yang hasilnya menggembirakan, namun ada juga yang tidak efektif. Mengapa demikian?
"Keberhasilan TPK tergantung dari tiga faktor. Yaitu dosis, kadar antibodi dan waktu pemberian," katanya dalam webinar baru-baru ini.
Tanpa memperhatikan ketiga faktor utama ini, kata dia, maka efektivitas antibodi di dalam TPK tidak akan optimal. Hal ini, menurutnya karena prinsip TPK sendiri adalah antibodi di dalam plasma konvalesen berfungsi untuk menghilangkan virusnya, bukan untuk memperbaiki kerusakan organ yang terjadi.
“Oleh sebab itu pemberian sedini mungkin terutama pada pasien dengan komorbid dapat memberikan hasil yang lebih baik,” jelas dr. Monica.
Baca juga: 1 Kali Donor Plasma Konvalesen Bisa Selamatkan 3 Nyawa
Hal senada diungkapkan oleh Direktur PT Itama Ranoraya Tbk. Hendry Herman. Ia menilai diperlukan penelitian lanjutan dan pengembangan terhadap produk-produk dari plasma darah.
"Tentu ini menjadi inovasi yang turut berkontribusi dalam dunia kesehatan, terutama dalam pemyembuhan pasien Covid-19,” kata Hendry Herman.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
