
Photo
JawaPos.com - Memiliki keterbatasan pendengaran bukan halangan untuk mengukir prestasi. Hal itu dibuktikan oleh Beatrix Purba, gadis cilik berusia 7 tahun 11 bulan yang mewakili Indonesia di ajang Cochlear Got Talent tingkat Asia Pasifik.
Beatrix sendiri memiliki gangguan pendengaran berat sejak usia 1 tahun. Namun karena semangatnya dan berkat alat bantu pendengaran yang ditanam di bawah kulit kepala (cochlear implant), ia sukses menunjukkan bakatnya bermain piano.
Beatrix Purba sebelumnya menjuarai tingkat Asia Tenggara dan tingkat nasional. Ajang ini diakukan sampai dengan 13 Mei 2021 dengan melawan juara-juara dari negara Asia Pasifik seperti Korea Selatan, India, dan Malaysia dan lain-lain. Ajang online ini adalah acara pertama dan terbesar untuk anak-anak pengguna cochlear implant.
"Agar anak-anak seperti Beatrix bisa meraih impian dan cita-cita mereka," kata Managing Director Kasoem Hearing Center, Trista Mutia Kasoem secara daring kepada wartawan baru-baru ini.
Tentu itu dilakukan dengan memberikan support agar mereka bisa seperti anak-anak normal lainnya. Apa yang dilakukan Beatrix menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia dengan gangguan dengar bisa bebas mendengar, bebas berbicara dan bisa meraih mimpi mereka.
Di video lomba itu, Beatrix Purba terlihat sangat piawai memainkan piano dan bernyanyi, yang seharusnya untuk anak dengan gangguan dengar akan sulit untuk dilakukan. Alhasil, pada lomba CGT itu, Beatrix berhasil menjadi juara tingkat pertama dan kedua hingga saat ini babak final di tingkat Asia Pasifik.
"Ini menjadi bukti bahwa solusi gangguan pendengaran seperti cochlear implant berperan penting untuk perkembangan bicara anak dengan gangguan dengar," jelas Trista.
Ibunda Beatrix, Anggy Rajagukguk yang notabene seorang dokter mengaku kaget karena video Beatrix viral di sosial media.
"Anak saya dari lahir didiagnosa gangguan dengar berat," ujar Anggy.
Beatrix sendiri baru diketahui mengalami gangguan pendengaran berat yang saat berusia 1 tahun. Untuk bisa tetap beraktivitas normal, ia menggunakan alat bantu dengar dan melakukan operasi cochlear implant atau rumah siput di usia 1 tahun 10 bulan.
Mulai dari terapi bicara, mapping, hingga pengorbanan ibunya yang seorang dokter harus berhenti bekerja agar buah hatinya bisa berbicara dan mendengar seperti anak normal pada umumnya.
Namun, siapa sangka, dengan keterbatasan tersebut, semangat Beatrix untuk berprestasi tetap tak terbendung. Saat ini, Beatrix sudah mewakili Indonesia pada ajang perlombaan di tingkat internasional.
"Jujur sangat kaget sekaligus bangga, karena saya tidak menyangka Beatrix bisa ikut lomba fase ke 3 yang mewakili Indonesia di perlombaan Cochlear Got Talent (CGT) se-Asia Pasific," kata sang ibu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
