
Petugas menunjukan vaskin sinovac sebelum melakukan vaksinasi covid-19 tahap I di Rumah Sakit Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat, Kamis (14/1/2021). Tahap I vaksin diberikan kepada pejabat daerah dan tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan
JawaPos.com - Produsen vaksin Covid-19 yakni Sinovac, Pfizer, dan Moderna mulai mempertimbangkan pentingnya vaksin dosis ketiga. Sejauh ini populasi baru disuntik dua kali dosis untuk meningkatkan kekebalan. Dosis ketiga dirasa penting untuk dilakukan karena varian virus terus muncul.
Ahli dan Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Prof Tjandra Yoga Aditama mengutip pernyataan perusahaan vaksin Sinovac bahwa mereka sedang mengkaji kemungkinan pemberian dosis ketiga untuk meningkatkan lagi efektivitas vaksin. Lalu beberapa vaksin lain juga mengkaji hal yang sama.
Pada akhir Februari 2021, Pfizer-BioNTech juga sudah mengumumkan bahwa mereka akan memulai penelitian untuk pemberian dosis ke tiga vaksin dalam waktu sebulan ini. Sementara ini mereka akan melakukan penelitian pemberian dosis ketiga pada peserta uji klinis yang sudah menerima dosis kedua vaksin Pfizer-BioNTech beberapa bulan yang lalu.
Pihak Pfizer-BioNTech menyatakan bahwa sejauh ini mereka belum menemuka laporan dari lapangan tentang gangguan kerja vaksin akibat varian baru. Tetapi mereka mencoba antisipasi antara lain dengan melakukan penelitian pemberian dosis ketiga. Disampaikan juga bahwa kalau nanti dosis ketiga ternyata tidak memberi hasil yang memuaskan, maka Pfizer juga sudah memulai proses kemungkinan modifikasi dan membuat vaksin baru untuk menangani perkembangan varian baru. Kalau diperlukan maka proses ini hanya akan makan waktu 6 sampai 8 minggu saja.
Produsen vaksin Moderna juga mengkaji pemberian dosis ketiga dengan 3 pendekatan. Pertama, menggunakan vaksin yang lama tetapi dengan dosis yang lebih rendah, menggunakan vaksin yang sudah dimodifikasi dan memberikan kombinasi vaksin lama dengan vaksin yang sudah dimodifikasi.
Penelitian awal vaksin Moderna menunjukkan bahwa varian baru B.1.1.7 tidak mempengaruhi kadar antibodi netralisasi sesudah1 vaksinasi. Di sisi lain, pada varian B.1.351 ternyata terdapat penurunan kadar antibodi netralisasi sesudah divaksin, walau kadarnya masih memadai untuk memberikan proteksi.
Kabar dari Uni Emirat Arab menyebutkan bahwa ada sejumlah kecil orang yang nampaknya perlu mendapat suntikan dosis ketiga vaksin Sinopharm. Hal ini dilakukan karena ada data yang menunjukkan bahwa sejumlah kecil mereka yang sudah disuntik vaksin dua kali ternyata tidak menunjukkan respons imun yang memadai.
"Seperti diketahui secara umum UEA dilaporkan sudah memberikan vaksinasi Covid-19 pada 60 persen sampai 70 persen penduduknya, angka cakupan nasional yang amat tinggi," katanya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=9aEDiDuY9SQ

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
