Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Maret 2021 | 12.48 WIB

Bayi Sembelit, Bisa Jadi Gejala Hirschsprung

PERTOLONGAN PERTAMA: Dokter Poerwadi menunjukkan alat semacam pipa yang berfungsi sebagai wash out. (RS Darmo for Jawa Pos) - Image

PERTOLONGAN PERTAMA: Dokter Poerwadi menunjukkan alat semacam pipa yang berfungsi sebagai wash out. (RS Darmo for Jawa Pos)

JawaPos.com - Masalah saluran cerna tidak bisa dibiarkan begitu saja. Apalagi, penderitanya bayi baru lahir maupun anak-anak. ”Namanya hirschsprung. Dialami satu di antara tiga ribu hingga empat ribu kelahiran. Tidak semua dokter ngerti dan bisa untuk menangani,” ujar dr Poerwadi SpB SpBA (K), Minggu (21/3).

Dokter spesialisasi bedah anak di RS Darmo itu menyatakan, dalam sepekan dia bisa dua kali melakukan tindakan operasi pada pasien hirschsprung. Yang terutama terjadi pada laki-laki ketimbang perempuan.

Dia menjelaskan, normalnya usus memiliki dua simpul saraf otonom. Pertama adalah simpul saraf simpatis dan parasimpatis. Keduanya bekerja terus-menerus tanpa diperintah otak. Saraf simpatis bertugas merangsang usus untuk mencengkeram.

Sementara itu, saraf parasimpatis memiliki peran berkebalikan dengan saraf simpatis, yakni melonggarkan usus. ”Dua saraf tersebut bekerja bersama-sama sehingga terjadi gerakan gelombang usus yang disebut peristaltik pada proses mencerna makanan dari mulut ke dalam tubuh,” terangnya.

Nah, karena satu dan lain hal, pertumbuhan parasimpatis terganggu selama janin masih berada dalam kandungan. Karena itu, tidak terjadi peristaltik karena posisi usus mencengkeram terus, tidak bisa longgar. ”Akibatnya, ada gangguan aliran usus,” paparnya.

Poerwadi menambahkan, gejala yang timbul bervariasi. Bergantung panjang pendeknya usus yang tidak mengandung simpul saraf parasimpatis. Semakin panjang, semakin mudah dideteksi. Pada bayi baru lahir, tanda yang bisa ditengarai adalah feses yang terlambat keluar. Normalnya feses itu keluar paling lambat sehari setelah bayi lahir. ”Kalau sampai lebih dari dua hari tidak keluar, perlu waspada. Sementara pada anak-anak, gejalanya sembelit dan perut membuncit,” imbuhnya.

Bayi yang mengalami kelainan itu akan kembung dan muntah meski tidak diberi minum. Poerwadi menyebutkan, hal tersebut merupakan kondisi urgen sehingga orang tua maupun pihak keluarga harus segera datang ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan, usus bisa pecah dan bocor. Oleh karena itu, bayi harus segera diberi pertolongan pertama terlebih dulu. Yakni, memasangkan pipa khusus ke dalam anus. Tujuannya, membantu mengeluarkan gas, racun, dan kotoran atau feses dari dalam tubuh.

”Pertolongan pertama itu disebut wash out. Orang tua juga diajarkan supaya bisa melakukan wash out di rumah kepada anaknya yang terkena hirschsprung. Sampai kemudian anak tersebut siap atau bisa untuk dilakukan prosedur operasi definitif,” jelas dia. Operasi yang dilakukan Poerwadi pun terbilang khusus. Sebab, operasi dilakukan lewat anus tanpa pembedahan apa pun di bagian perut.

Prosedur operasi tersebut sangat minim perdarahan sekaligus ringan efek samping. Perdarahan umumnya hanya 5 cc karena harus mengelupas otot usus yang tidak ada sarafnya agar renggang dan bentuk usus kembali normal. ”Sehingga pasien bisa buang angin dan juga buang air besar (BAB) seperti orang normal pada umumnya,” terangnya.

Baca Juga: Kongsian Tambang Nikel, Modal dari Utang Rp 63,5 M Hilang

Poerwadi menegaskan bahwa hirschsprung merupakan kelainan bawaan lahir, tetapi bukan diturunkan. ”Tidak bisa dicegah. Juga tidak ada obatnya. Bila hasil USG terlihat air ketubannya terlalu banyak, ibu hamil harus waspada. Itu merupakan salah satu kunci atau tanda bahwa bayinya nanti lahir dengan kelainan saluran cerna dan itu bisa jadi hirschsprung,” ucapnya. ”Maka, jangan sampai tidak mengonsumsi folic acid selama hamil untuk membantu pertumbuhan organ-organ janin,” lanjut dokter 72 tahun itu. 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=yyCCfGAxOCQ

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore