
SKRINING: Diagnosis talasemia dapat diketahui lewat tes darah lengkap dan elektroforesis Hb. (Dite Surendra/Jawa Pos)
Talasemia. Bagi orang awam, penyakit itu terdengar langka dan menakutkan. Harapan hidupnya tipis. Padahal, banyak penderita talasemia yang mencapai usia lanjut dan masih bisa berkegiatan layaknya orang biasa.
---
TALASEMIA merupakan kondisi kelainan genetik yang memengaruhi produksi globin alias rantai protein –yang terdiri atas rantai polipeptida alfa dan beta– pembentuk sel darah merah. Kadar globin pasien talasemia rendah, bahkan tidak ada.
”Akibatnya, sel darah merah atau hemoglobin (Hb) mudah pecah dan timbul anemia,” ungkap dr Putu Niken Ayu Amrita SpPD-KHOM.
Kondisi Hb yang rendah membuat sel darah merah tidak mampu mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Di sisi lain, usia sel darah merah jadi lebih singkat. ”Karena itu, pasien talasemia sedang hingga berat perlu transfusi seumur hidup untuk meningkatkan sel darah merah,” jelas Niken.
Namun, transfusi pun tidak cukup. Harus ada terapi obat. Transfusi membuat kadar zat besi, salah satu komponen sel darah merah, meningkat. Ketika menumpuk, zat itu tidak mampu dibuang tubuh. Akibatnya, terjadi gangguan organ dan hormon. ”Dokter biasanya akan meresepkan obat kelasi (pengikat) besi untuk membuang kelebihan zat besi,” paparnya.
Angka kejadian talasemia relatif tinggi, terutama di area ”sabuk talasemia” yang tersebar mulai Mediterania, Timur Tengah, sampai Asia Tenggara. ”Karena lokasi kita berada di ’sabuk talasemia’, angka kejadiannya tinggi. Jumlah carrier (pembawa sifat Talasemia, Red) juga tinggi,” ujar Niken.
Di tanah air, persentase carrier talasemia adalah 3,8 persen dari jumlah penduduk. Mengutip data Yayasan Thalassemia Indonesia, angka kejadian terus naik setiap tahun. Sepanjang 2012–2018, kenaikan kasus mencapai 78,9 persen.
Staf medis fungsional Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Airlangga-RSUD dr Soetomo itu menjelaskan, gejala talasemia beragam. Berdasar derajat berat sampai ringannya penyakit, ada tiga kategori. Mulai yang paling ringan (talasemia minor atau trait) hingga talasemia mayor yang menampakkan gejala sejak bayi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
