
Ilustrasi: CHIS/JAWA POS
JawaPos.com - Sejak awal ditemukan di Wuhan, Tiongkok, virus Korona diduga telah bermutasi. Baru-baru ini, para peneliti di Singapura telah menemukan varian baru Covid-19.
Virus varian baru ini dianggap bisa menyebabkan infeksi tapi tidak terlalu parah pada penderitanya. Penelitian ini diungkap dalam sebuah studi baru di jurnal medis bergengsi The Lancet. Temuan ini bisa memberikan jalan baru untuk pengembangan vaksin dan terapeutik, kata para ahli.
Dilansir dari AsiaOne, Jumat (21/8), menurut studi oleh para peneliti di berbagai institusi dan National Center for Infectious Penyakit (NCID) dan Sekolah Kedokteran Duke-NUS, varian itu terdeteksi dalam sekelompok kasus di sini pada Januari dan Februari. Para peneliti mengatakan dalam penelitian bahwa pasien yang terinfeksi varian itu, memiliki hasil klinis yang lebih baik. Hanya sebagian kecil dari mereka yang membutuhkan bantuan oksigen.
Sebuah publikasi pra cetak pada bulan Maret mengatakan bahwa varian yang sama ditemukan pada 8 pasien rawat inap di Singapura. Varian serupa juga diamati pada virus SARS.
Profesor Edison Liu, mantan kepala pendiri Genome Institute of Singapore, yang juga pimpinan laboratorium The Jackson di Amerika Serikat mengatakan, ini adalah studi pertama yang menunjukkan perbedaan klinis berdasarkan perbedaan genetik virus.
"Temuan ini menunjukkan bahwa variasi gen mungkin memiliki peran penting dalam menentukan hasil penyakit," katanya.
Spesialis penyakit menular dari NUS Saw Swee Hock School of Public Health Asisten Profesor Hsu Li Yang mengatakan, mutasi akan terjadi saat Sars-CoV-2 terus menyebar. Mutasi ini, menurutnya, mengakibatkan virus menjadi kurang mematikan.
Namun, ia menambahkan bahwa dampak sebenarnya akan bergantung pada seberapa mudah virus yang bermutasi ini menyebar. Para ahli mencatat bahwa virus bermutasi secara konstan.
"Ini adalah bagian kehidupan yang alami dan biasa dari virus. Mutasi dapat membuat virus menjadi lebih ganas, atau sebaliknya," kata peneliti.

Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kelemahan 3 Singa di Estadio Azteca
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Statistik Vikings Siap Hancurkan Samba
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia: Bursa Taruhan Dunia Jagokan Selecao, Opta Beri Peluang Menang 53,6 Persen
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi The Three Lions Demi Lolos Perempat Final!
Prediksi Skor Prancis vs Paraguay: Bursa Taruhan Jagokan Les Bleus, Opta Catat Peluang Menang 79,7 Persen!
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Kanada vs Maroko: Bursa Dunia Sepakat Pilih Atlas Lions, Opta Beri Peluang Menang 51,8 Persen
Prediksi Skor Inggris vs Meksiko: Bursa Taruhan Dunia Tetap Jagokan Three Lions, Rekor Angker Azteca Jadi Ancaman
