
Photo
JawaPos.com - Masyarakat jangan malu saat mengalami gejala yang mengarah pada penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS). Apalagi jika memang menyadari dirinya berisiko. Salah satunya adalah penyakit sifilis, yang tak boleh diremehkan gejalanya.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Dr. dr. Wresti Indriatmi, SpKK(K), M.Epid, dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) memastikan bahwa penyakit sifilis bisa disembuhkan. Sejumlah pasien bahkan bisa bersih total dari penyakit itu.
"Bisa sembuh, bisa diobati kok. Tapi apakah bisa kambuh? Benar, bisa kambuh," katanya dalam seminar di Jakarta, Rabu (12/2).
Tahapan Stadium Penyakit Sifilis
Menurut dr. Wresti terdapat 4 tahapan stadium atau tingkatan sifilis. Yaitu sifilis primer, sifilis sekunder, sifilis laten, dan sifilis tersier.
1. Pada Sifilis primer
Bakteri memperbanyak diri pada tempat inokulasi dan membentuk chancre (lesi pada kulit yang keras, tidak gatal, biasanya berdiameter antara 1 cm dan 2 cm).
2. Pada sifilis sekunder
Sifilis menyebar ke kelenjar getah bening setempat, kemudian ke pembuluh darah.
3. Pada sifilis laten
Sifilis sudah mulai mengenai banyak organ tubuh.
4. Hingga akhirnya pada tingkatan sifilis tersier
Terjadi infeksi/inflamasi pembuluh darah dalam susunan syaraf pusat dan sistem kardiovaskular, atau membentuk lesi gumma. Jika infeksi tidak diobati akan merusak organ-organ tubuh seperti kebutaan, jantung,
otak, saraf, pembuluh darah, tulang, kelumpuhan, dimensia, tuli, impotensi, hati bahkan kematian.
Tahapan Pengobatan Sifilis
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Anthony Handoko, SpKK, FINDSV, dari Klinik Pramudia, menjelaskan tahapan pemeriksaan terhadap sifilis. Terdapat 4 tahap pemeriksaan terhadap sifilis.
1. Pertama, pemeriksaan fisik pada selaput lendir dan kulit pada stadium primer dan sekunder.
2. Kedua, pemeriksaan Lab serologi darah (VDRL, TPHA), lazim digunakan untuk skrining awal dan lanjut. Ketiga, pemeriksaan Dark-Field Microscopy dan keempat, pemeriksaan CSF/Carian Serebrospinal pada Neurosifilis.
3. Ketiga, Jika sudah diketahui bahwa seseorang terkena sifilis, maka perlu segera dilaksanakan tatalaksana
pengobatan sifilis.
4. Diberikan obat antibiotik. Hingga saat ini bakteri Treponema Pallidum masih sensitif terhadap antibiotik Penisilin, sehingga obat pilihan utama terapi tetap dengan pemberian antibiotik golongan penisilin. Pemberian penisilin dapat melalui oral atau injeksi intramuskular dengan dosis yang berbeda-beda, tergantung stadium penyakit sifilis dan co-morbidititas (penyakit/kondisi penyerta).
“Bila diperlukan, pasien akan mendapat rujukan pemeriksaan labolatorium sesuai dengan instruksi dokter spesialisnya. Lalu pengobatannya tergantung pada stadium. Beberapa pasien juga dimungkinkan untuk mendapat terapi tambahan jika dibutuhkan,” tutur dr. Anthony.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
