
Photo
JawaPos.com - Layaknya hubungan seks antara pria dan wanita, menjalani hubungan sesama jenis tentu memiliki risiko. Paling utama jelas adalah risiko pada kesehatan. Bicara kasus Reynhard Sinaga yang sudah melakukan hubungan sesama jenis hingga ratusan kali, tentunya ada bahaya penyakit yang mengintainya dan para korbannya.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB ikut angkat bicara mengungkapkan dampak dari hubungan sesama jenis antara pria dan pria. Korban sodomi, seperti 195 korban Reynhard Sinaga, yang dilakukan secara paksa selain akan menyebabkan guncangan psikis, kondisi fisik, juga akan berisiko terjadinya berbagai penyakit. Salah satunya berdampak pada saluran cerna.
"Saya coba menguraikan sedikit apa dampak anal seks pada saluran cerna bawah seseorang. Anus atau dubur memang tidak dipersiapkan untuk menerima masuknya benda asing dari luar," tukasnya kepada JawaPos.com, Selasa (7/1).
Menururnya, anus berperan sebagai tempat lewatnya feses atau kotoran, sehingga jelas bahwa anus bisa menjadi sumber infeksi. Selain itu karena anus atau dubur tidak siap untuk menerima masuknya benda dari luar maka jika masuknya benda tersebut dilakukan secara dipaksa dan tanpa diberikan pelumas maka akan menyebabkan dinding anus dan bagian poros usus (rektum) rentan terluka.
"Kondisi luka tersebut akan memudahkan tertularnya berbagai infeksi dari partner yang melakukan seks anal," kata Ari.
Risiko terjadi luka akan bertambah banyak jika proses anal seks dilakukan secara dipaksa. Berbagai penyakit infeksi karena hubungan seksual (sexually transmitted disease/STD) mudah ditularkan melalui hubungan anal seks ini.
Photo
Apa Saja Penyakitnya?
Berbagai penyakit STD tersebut antara lain: HIV, herpes simplex, hepatitis B, hepatitis C dan human papiloma virus (HPV). Selain itu infeksi bakteri yang bisa terjadi antara lain gonorea, khlamidia, syphilis dan shigelosis.
Pasien dengan infeksi bakteri ini bisa saja mengalami diare yang berdarah dan berlendir, mengalami luka-luka terinfeksi bahkan timbul bisul dan radang diseputar bubur dan poros usus (rektum). Timbul nyeri dan nyeri bertambah saat buang air besar.
Akibat yang paling berbahaya dari anal seks ini adalah terjadi kanker anus. Risiko terjadi kanker sama pada semua jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan. Risiko terjadinya kanker anus lebih tinggi pada orang dibawah umur 30 tahun.
"Sejauh ini saya beberapa kali mendapat kasus kanker anus berumur dibawah 30 tahun dan berhubungan dengan riwayat anal seks. Umumnya mereka melakukan anal seks dari partnernya. Dari beberapa literatur yang saya baca, kebiasaan anal seks dilakukan biasanya terinpirasi setelah menonton film porno. Oleh karena itu dengan kemudahan mendapatkan film porno melalui internet kebiasaan anal seks ini akan terus meningkat dari waktu ke waktu," tukas Ari.
Kesimpulannya, anal seks baik dilakukan secara terpaksa atau maupun suka sama suka merupakan tindakan seksual berisiko tinggi untuk terjadinya berbagai infeksi baik virus maupun bakteri dan perlukaan pada anus dan organ sekitarnya termasuk kanker anus.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
