
Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pegawai pusat perbelanjaan di Depok Town Square, Depok, Jawa Barat, Selasa (23/3/2021). Dinas Kesehatan Kota Depok mulai melakukan vaksinasi COVID-19 dosis pertama kepada 1.500 orang pegawai pusat perbelan
JawaPos.com - Sejumlah efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang biasa dialami oleh seseorang usai divaksinasi Covid-19 adalah demam, menggigil, sakit kepala, kelelahan, dan nyeri otot. Kebanyakan orang mengalami efek samping ini setelah mendapat suntikan sebagai indikasi vaksin membangun antibodi untuk melawan virus. Tetapi terlepas dari beberapa reaksi vaksin yang diketahui ini, beberapa efek samping tak biasa juga dialami oleh perempuan. Apa itu?
Dilansir dari Times Of India, Selasa (20/4), beberapa perempuan melaporkan menstruasi yang lebih berat atau di luar siklus dari biasanya setelah vaksin Covid-19. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, yang dikenal sebagai Sistem Pelaporan Kejadian Merugikan Vaksin (VAERS) hingga saat ini telah menerima setidaknya 32 laporan siklus menstruasi dari 56 ribu peserta. Angka ini mungkin kecil presentasenya, tetapi ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara siklus menstruasi akibat suntikan Covid-19.
Masih sedikit penelitian yang tersedia tentang bagaimana vaksin dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Tetapi para ahli percaya bahwa hal itu bisa jadi karena vaksin diketahui menekan sistem kekebalan dan siklus bulanan. Sehingga dapat menyebabkan menstruasi yang lebih berat dari biasanya atau perdarahan di luar siklus.
Baca Juga: Pakar AS: Seseorang Perlu 3 Kali Vaksin Covid-19 dan Rutin Tiap Tahun
Selama ini perempuan bisa mengalami siklus menstruasi yang lebih berat jika mereka mengalami stres, olahraga, diet, siklus tidur dan bahkan beberapa obat dapat menyebabkan siklus menstruasi lebih berat.
Zat dalam Vaksin
Menurut para ahli di bidang ilmu kedokteran, perubahan siklus menstruasi bisa jadi karena nanopartikel yang ada dalam vaksin, yang dapat mengubah menstruasi. Nanopartikel ini dapat membuat reaksi kekebalan sementara pada beberapa perempuan yang dapat membunuh beberapa trombosit, yang berperan penting dalam pembekuan.
Namun diyakini oleh para ahli hal itu tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena sel-sel ini sering beregenerasi, namun, perubahannya dapat disaksikan selama siklus bulanan. Ini hanyalah respons tubuh terhadap vaksinasi dan tidak perlu dikhawatirkan. Vaksin juga tidak akan memengaruhi kesuburan.
Menurut para ahli haid dan kram yang berat adalah efek samping normal yang mungkin dialami perempuan setelah mendapat suntikan. Dan jangan panik. Jika Anda mungkin mengalami rasa sakit yang tak tertahankan atau menstruasi yang begitu berat dan berlangsung lebih dari 5 hari maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=66SQxLmg23c

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
