
Ilustrasi kanker payudara.
JawaPos.com - Masyarakat diminta menyikapi dengan bijaksana atas temuan hasil penelitian siswa SMA di Palangka Raya, Kalimantan, atas temuan akar bajakah sebagai obat kanker payudara. Sebab penelitian itu diklaim masih membutuhkan studi klinis lebih lanjut.
Internis, Konsultan Hematologi dan Onkologi RS Kanker Dharmais Jakarta dr. Ronald A. Hukom menjelaskan, untuk memastikan kalau akar bajakah benar-benar bisa dijadikan obat kanker payudara masih membutuhkan penelitian yang panjang. Bahkan bisa belasan tahun.
Untuk itu, sebaiknya masyarakat tidak langsung berburu akar bajakah hingga Kalimantan dan langsung menggunakannya sendiri. Masyarakat pun diminta untuk berkonsultasi dengan dokter dalam penggunaan obat alternatif atau obat herbal.
"Masih perlu beberapa tahapan studi lebih lanjut untuk menjawab apakah akar bajakah bisa digunakan sebagai obat kanker, dan tahapan studi ini mungkin akan memerlukan waktu cukup lama (belasan tahun). Masyarakat perlu selalu bersikap kritis dan mencari sumber yang dapat dipercaya tentang hal seperti ini, misalnya langsung bertanya pada dokter atau rumah sakit yang tepat," tegas dr. Ronald kepada JawaPos.com baru-baru ini.
Menurutnya, penggunaan obat tradisional atau herbal boleh saja digunakan sebagai pelengkap (komplementer). Pengobatan komplementer mengacu pada semua jenis terapi yang digunakan bersama dengan terapi standar.
Banyak pengobatan komplementer yang memiliki nilai tinggi. Tetapi sering ditemukan kelemahan pengobatan komplementer ini adalah kurangnya penelitian tentang risiko, manfaat, efek samping, dan bagaimana mereka dapat berinteraksi dengan terapi standar. Meski saat ini memang banyak penelitian tentang CAM (complementary and alternative medicine) sedang dilakukan.
"Pengobatan komplementer dapat menjadi bagian atau tambahan dari pilihan perawatan dokter," jelas dr. Ronald.
Terapi standar untuk kanker, kata dia, juga disebut terapi tradisional atau konvensional, merujuk pada pengobatan dari Barat yang spesifik. Sedangkan terapi medis untuk kanker payudara, itu termasuk kemoterapi, terapi hormon, radiasi, dan pembedahan.
"Jadi kesimpulannya, harus tetap berhati-hati menggunakan semua pengobatan komplementer atau pengobatan alternatif ini," ujarnya.
Sebelumnya hasil penelitian siswa SMAN 2 Palangka Raya, Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani menemukan manfaat di balik akar bajakah untuk kesehatan. Akar bajakah diklaim bisa menjadi obat kanker payudara.
Akar bajakah dalam bahasa Dayak Ngaju artinya 'akar akaran' dalam bahasa Maanyan disebut 'wakai' yaitu ratusan spesies tumbuhan pembelit-pemanjat di hutan hujan Kalimantan. Nama bajakah bukan spesies tapi nama sekelompok akar akaran. Pemanfaatan bajakah untuk obat kanker sudah dilakukan oleh masyarakat Dayak Ngaju sejak ratusan silam dari indigenous knowledge mereka. Namun untuk membuktikan manfaatnya sebagai anti kanker ternyata masih harus menempuh perjalanan penelitian yang panjang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
