
Resep menu daging Kambing roasted lamb ala chef Noldy Herling. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Daging kambing sering dituduh sebagai biang keladi kolesterol atau hipertensi. Padahal, daging kambing termasuk dalam golongan daging merah yang sama seperti sapi dan mengandung protein, zat besi, dan kandungan nutrisi lainnya.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB meminta masyarakat untuk tidak mengonsumsi daging kambing ataupun daging sapi secara berlebihan. Jika masih dalam porsi yang wajar, justru daging meraha adalah protein yang baik bagi tubuh.
"Jadi tetap daging tetap penting karena mengandung protein tinggi yang penting tetapi jangan dikonsumsi berlebihan," katanya kepada JawaPos.com, Sabtu (10/8).
Lalu ada banyak yang harus diketahui dulu sebelum menyantap daging kambing ketika perayaan Idul Adha. Sehingga informasi tersebut akan menjadi alarm bagi siapa saja yang hobi menyantap daging kambing. Apa saja?
Photo
Resep menu daging Kambing roasted lamb ala chef Noldy Herling. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
1. Kandungan Gizi Daging Kambing
Menurut dr. Ari, daging kambing termasuk daging sapi termasuk kelompok daging merah yang banyak mengandung lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh ini banyak mengandung LDL, lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah kita baik pembuluh darah otak dan pembulih darah jantung. Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein kita butuhkan untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun.
2. Dampak Konsumsi Berlebihan Bagi Pencernaan
Dari sisi pencernaan dampak langsung akibat mengonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit. Daging merah merupakan salah satu makanan yang membuat usus ekstra berat untuk mengeluarkannya.
3. Waspada Asam Lambung
Jika kebetulan mempunyai penyakit GERD yaitu penyakit di mana asam atau isi lambung balik arah ke atas kembali ke kekerongkongan, maka GERD-nya akan bertambah parah setelah mengonsumsi daging kambing berlebihan. Apalagi setelah mengonsumsi daging langsung tidur karena kekenyangan sehingga akan mencetuskan keluhan penyakit GERDnya.
4. Ancaman Kolesterol
Belum lagi efek jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah jika daging merah termasuk daging kambing ini dikonsumsi dalam jangka panjang. Daging kambing termasuk juga daging sapi mengandung zat gizi yang memang dibutuhkan, tetapi jika jumlahnya berlebihan akan mengganggu kesehatan.
5. Imbangi Buah dan Sayur
Sekali lagi jangan lupa mengimbangi dengan banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan. Selain untuk memperlancar buang air besar, serat yang terkandung dalam sayur dan buah- buahan akan mengurangi serapan kolesterol di usus halus. (Marieska)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
