Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juli 2019 | 21.00 WIB

Cara Jawab Pertanyaan Remaja Tentang Edukasi Seksual dan Reproduksi

Ilustrasi. (Vsual) - Image

Ilustrasi. (Vsual)

JawaPos.com - Biasanya, para orang tua akan kebingungan ketika mendapatkan pertanyaan-pertanyaan ajaib dari anak saat saat mulai tumbuh remaja. Termasuk pertanyaan tentang reproduksi dan edukasi seksual.

Bahkan, sebelum memasuki fase remaja yang mengalami masa pubertas, anak akan mulai bertanya sejak usia 3-5 tahun, 5-8 tahun, dan 9-12 tahun. Saat-saat usia tersebut, pertanyaan ajaib akan dilontarkan anak kepada ibu atau ayahnya. Misalnya, mengapa seseorang atau pasangan harus ciuman bibir atau French Kiss. Atau bagaimana bisa ada dedek bayi di perut ibu?

Nah, orang tua bisa kesulitan atau gagap menjawab pertanyaan ini. Jika salah menjawab, anak akan mencari jawabannya sendiri lewat media sosial atau internet. Alhasil, pemahaman yang salah bisa terekam di dalam pikiran mereka. Lalu bagaimana cara bijak menjawabnya?

Psikolog Klinis Inez Kristanti dari Klinik Angsa Merah menjelaskan dengan menggunakan contoh kasus ketika anak merengek ingin menonton film superhero. Di dalam adegan film tersebut biasanya disisipkan adegan French Kiss. Lalu yang biasa dilakukan orang tua adalah menutup mata anak untuk tidak melihat adegan tersebut.

Inez menilai cara tersebut tidak efektif dan keliru dilakukan para orang tua. Sebab anak akan penasaran dan mencari tahu sendiri apa yang sudah disembunyikan darinya.

"Harusnya tidak melakukan itu ya (tidak menutup mata anak). Nanti malah anak jadi penasaran. Hal paling baik adalah anak jangan menonton film superhero dulu sampai mereka siap. Misalnya usia 3-8 tahun, iya walaupun merengek," kata Inez tersenyum, dalam Kampanye EDUKA5EKS - 5 langkah mudah memahami pengetahuan tentang kesehatan seksual dan reproduksi bersama Durex Indonesia, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/7).

Menurut Inez, anak boleh menonton film dengan adegan sensual atau mesra ketika anak sudah memahami dan masuk masa pubertas. Seperti lebih dari usia 12 tahun. Sehingga orang tua juga sudah lebih siap bercerita soal French Kiss.

"Sudah cukup mengetahui bertanggung jawab tentang perubahan diri sendiri. Lalu ketika ada adegan yang ada (semi) hubungan seksualnya, bisa jadi bahan dialog saat sudah remaja. Nah kalau begitu ayo apa konsekuensinya," paparnya.

Solusi paling bijak saat anak mengajak nonton film superhero, orang tua harus menonton film itu terlebih dahulu. Setelah merasa adegannya aman, baru boleh mengajak serta anak untuk menonton bersama.

Sedangkan untuk berbicara soal seks pada remaja, lebih dari usia 12 tahun, ibu disarankan untuk membangun komunikasi yang dekat dengan anak. Sehingga komunikasi yang terbangun akan terasa lebih nyaman.

"Ibu dan anak harus ada hubungan yang kuat dan kepercayaan. Jadi kepercayaan itu yang harus dibangun. Balik lagi komunikasi sehari-hari. Kalau enggak ada kedekatan, gimana mau bicara soal seks," tukasnya.

Pertanyaan ajaib lainnya jika anak bertanya mengapa ada dedek bayi di perut perempuan hamil. Ibu tak boleh bingung menjelaskannya. Anak usia 3-5 dan 5-8 tahun cukup diberikan penjelasan sederhana. Bukan membohongi atau menutupi jawaban pada anak, akan tetapi memberikan mereka pemahaman yang sederhana.

"Cara menjelaskannya kita perlu menjelaskan sampai tahap mereka mengerti saja. Dedek di perut ibu enggak mungkin kita jelasin soal seks. Cukup dengan menjawab, dedek itu bisa di perut ibu karena ayah dan ibu saling mencintai. Hubungan kami sangat spesial sehingga pada akhirnya ada dedek di perut ibu. Nanti lebih lanjut pas sudah besar akan ibu lanjutkan ceritanya," tegasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore