Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juni 2019 | 17.39 WIB

Simak Penjelasan Lengkap Dokter Seputar Kanker Otak Glioblastoma

Ilustrasi kanker otak. Glioblastoma adalah tumor ganas yang berasal dari sel-sel otak atau sel glia. (Healthline) - Image

Ilustrasi kanker otak. Glioblastoma adalah tumor ganas yang berasal dari sel-sel otak atau sel glia. (Healthline)

JawaPos.com - Komedian Agung Hercules yang tengah berjuang melawan kanker otak memang tengah hangat dibicarakan masyarakat beberapa hari terakhir. Belakangan diketahui, kanker otak yang diderita Agung merupakan glioblastoma, yang memiliki sifat ganas atau berekspansi dengan cepat.

Di luar kasus penyakit Agung Hercules, Dokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Kanker Dharmais Muhammad Firdaus, SpBS (K), IFAANS mengatakan glioblastoma adalah tumor ganas yang berasal dari sel-sel otak atau sel glia. Gejalanya tergantung pada lokasi tumor di dalam otak/kepala, sehingga akan beragam.

"Glioblastoma adalah tumor dengan proliferasi, migrasi dan infiltrasi yang paling cepat di antara tumor glia lainnya," ungkapnya pada JawaPos.com, Kamis (20/6).

Bagaimana Gejala Awalnya?

Menurut dr. Firdaus, mayoritas penderita mengeluh nyeri kepala yang sangat berat. Hal itu terjadi terutama ketika malam hari dan tidak hilang dengan obat pereda sakit dalam waktu yang cukup lama.

Bila tumor berada di lokasi penting lainnya maka gejala sakit kepala akan diikuti kelainan seperti mual muntah, gangguan penglihatan, kelemahan anggota gerak tangan dan kaki, gangguan kordinasi, gangguan bicara dan memori, kejang kejang.

Photo

Jeremy Teti saat mengunjungi Agung Hercules di RSUD Kota Tangerang. (Jeremy Teti for Jawa Pos)

Apa Saja Pemicu dan Bagaimana Peluang Pasien Bisa Sembuh?

Hingga saat ini, kata dr. Firdaus, penyebab tumor otak belum dapat dipastikan saat ini. Namun faktor resiko seperti paparan radiasi, paparan zat kimia, polusi dapat meningkatkan risiko terkena tumor.

Menurut dr. Firdaus, prognosis pasien jika sudah stadium 4, suvival rate stadium 4 untuk 5 tahun adalah berkisar 8-20 persen apabila seluruh pengobatan dilakukan seperti operasi, radiasi dan kemoterapi. Menurut dr. Firdsus memang tumor otak ganas sel glia ini atau gliblastoma lebih banyak terkena pada laki-laki dari pada perempuan.

"Laki-laki 2x lebih tinggi prevalensinya. Penyebabnya belum ada yang signifikan, namun penelitian terakhir menyatakan sel-sel anti cancer pada laki-laki lebih sedikit dibanding wanita," jelasnya.

Pengobatan Pasien Kanker Otak

Selain diharuskan operasi untuk mengangkat massa tumor sebanyak-banyaknya, penderita diharuskan untuk menjalani radiasi dan kemoterapi. Pasien juga dianjutkan ikuti pola hidup sehat, tidak beraktivitas berlebih, dan kontrol teratur ke pusat pelayanan kesehatan.

"Untuk mencegah kanker secara umum pastinya pola hidup yang sehat, berdoa dan yang paling penting ikhlas," ungkapnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore