
Parenting digital sangat penting mengawasi anak berinteraksi dengan internet.
JawaPos.com - Kasus kekerasan dan eksploitasi seksual terhadap anak makin menjadi-jadi. Terutama di media daring. Hal itu dipicu semakin mudahnya anak-anak mengakses internet.
Berdasar data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA), 75 persen anak berusia 10-12 tahun telah menggunakan handphone dan memiliki media sosial.
Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen-PPPA Nahar menyebut, pada era digital saat ini anak-anak semakin mudah mengakses gadget dan ponsel pintar. "Anak yang terlahir di atas tahun 2000 sudah terpapar teknologi sejak lahir (Digital native),” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Minggu (10/3).
Semakin mudahnya anak-anak mengakses internet ternyata berdampak pada tindak kekerasan. Menurut data Bareskrim Polri, rentang 2016 hingga 2018 terdapat 1.127 kasus eksploitasi seksual anak. Sementara data KPAI lebih miris lagi. Hingga 2016 tercatat 1.809 kasus eksploitasi anak online.
"Maka perlu adanya perlindungan khusus bagi anak di internet. Karena, internet dan media sosial merupakan gerbang masuknya anak menjadi korban eksploitasi seksual," terang Nahar.
Di sisi lain, sebut Nahar, sebetulnya internet juga membawa dampak positif pada anak. Seperti untuk edukasi, hiburan, kreativitas, dan sebagainya. "Kita harus memprioritaskan hak-hak anak, serta meningkatkan kesadaran dan pengetahuan, serta keterampilan anak dalam menggunakan internet dengan aman,” ungkap dia.
Untuk itu, Kemen PPPA bekerja sama dengan Yayasan Plan International Indonesia. Kerja sama itu dalam hal memberikan ruang bagi anak untuk bersuara agar mereka benar-benar didengar oleh para pembuat kebijakan. Sebab, anak-anak Indonesia butuh dukungan dan perlindungan dari berbagai pihak terhadap segala risiko dan ancaman yang dapat menimpa mereka. Baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
“Untuk mewujudkan internet aman bagi anak, sangat dibutuhkan parenting digital dan sinergi kerja sama pemangku kepentingan yaitu orang tua, sekolah, pemerintah khususnya pemerintah desa, dan lingkungan," sebutnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
