
BPJS mengalami pembengkakan pembayaran klaim tindakan medis. Terutama untuk tindakan operasi caesar.
JawaPos.com - BPJS Kesehatan terus memantau klaim yang diajukan beberapa rumah sakit (RS). Hal itu dilakukan untuk mencegah potensi kecurangan pada pengajuan klaim pembiayaan.
Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan (JPKR) BPJS Budi Mohamad Arief mengatakan, mengetahui adanya perilaku curang sejatinya tidak mudah.
Harus ada saksi, bukti, dan data yang bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu, pihaknya akan mengkaji lagi data-data kasus yang mengalami lonjakan drastis setiap tahun dan dinilai janggal. Namun, proses telaah tidak hanya dilakukan BPJS. Kementerian Kesehatan perlu dilibatkan. Bila perlu, KPK juga digandeng. Sebab, dana yang dikucurkan untuk membayar klaim berasal dari APBN.
Salah satu tindakan medis yang bisa berpotensi anomali adalah operasi Caesar. Berdasar data BPJS Kesehatan pada 2017, sebanyak 57 persen proses persalinan di RS dilakukan dengan operasi Caesar. Akibatnya, BPJS harus mengeluarkan kocek hingga Rp 4,1 triliun. Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan 2016. Saat itu, operasi Caesar hanya 39 persen dan klaim yang dibayarkan BPJS Kesehatan hanya Rp 2,8 triliun. Atau naik Rp 1,3 triliun.
''Dari data tersebut, bisa dilihat ada anomali. Dari situ nanti kami cek apakah sesuai saran medis atau tidak,'' ucap Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf kepada Jawa Pos kemarin.
Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, biaya yang dikeluarkan BPJS untuk membayar biaya persalinan dengan operasi Caesar selalu meningkat. Pada 2014, BPJS menyetorkan Rp 1,6 triliun. Tahun berikutnya bertambah Rp 700 miliar menjadi Rp 2,3 triliun.
Staf JPKR BPJS dr Kamelia mengungkapkan, potensi penyalahgunaan layanan bisa berasal dari dua sisi. Yakni, dari sisi peserta maupun penyedia fasilitas kesehatan (faskes). Dari sektor faskes, bisa saja dokter mengedukasi pasiennya untuk melakukan tindakan Caesar. Padahal, sebenarnya pasien mampu melahirkan normal. ''Otomatis tarifnya bisa lebih tinggi dua sampai tiga kali lipat. Model seperti itu tentu menguntungkan rumah sakit karena menerima dana lebih banyak,'' terangnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
