
Temuan tepung jamur WeiQi
JawaPos.com - Banyak ilmu memanfaatkan cendawan atau jamur untuk tradisi kuliner, literatur, agama, seni, dan lainnya. Salah satunya di bidang kuliner adalah jamur jenia Saccharomyces Cerevisiae dan Aspergillus Oryzae dalam pembuatan minuman beralkohol serta dalam pembuatan makanan seperti roti di India. Jamur juga bisa dimanfaatkan sebagai obat.
Ahli cendawan dan Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Lisdar A. Manaf dalam orasi ilmiahnya di Auditorium Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Dramaga, Bogor mengatakan cendawan selain menjadi teman juga bisa menjadi lawan. Contohnya pada penyakit tanaman atau jamur beracun yang dapat menyebabkan berbagai gejala keracunan apabila dikonsumsi. Ada juga cendawan yang beracun jika dimakan mentah, tetapi jika dikeringkan dengan benar jamur tersebut bisa digunakan sebagai obat.
Lisdar menemukan produk pangan berbasis jamur sebagai makanan siap saji dan penambah cita rasa makanan dengan nama produk WeiQi. Produk ini telah mendapatkan paten pada tahun 2010. WeiQi menggunakan jamur tiram liar Pleurotus isolat HS yang bergizi dan berkhasiat obat.
“Inovasi ini berupa proses pembuatan tepung jamur sehingga dihasilkan tepung jamur yang beraroma enak, khas dan merupakan produk hulu," jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/11).
Tepung jamur diramu dengan bahan lain sehingga menjadi produk hilir yang bernama WeiQi. WeiQi bisa dimasak menjadi sup, saus, selai atau sebagai bumbu penambah cita rasa makanan.
Menurutnya, tubuh buah Pleurotus Isolat HS mengandung protein sekitar 25 persen. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan sayuran, telur bahkan daging sapi.
Dan serat makanannya juga mencapai 5,9 persen dan mengandung senyawa antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan koloni patogen penyebab diare E. Coli enteropatogenik. Bakteri E. Coli enteropatogenik ini resisten terhadap antibiotik tetrasiklin dan ampisilin.
“Kandungan antioksidan WeiQi ini cukup tinggi. Berdasarkan LC50 terhadap larva Artemia salina sebesar 150,3 µg/ml, maka Pleurotus isolat HS berpeluang untuk diuji terhadap sel kanker,” ujarnya.
Selain WeiQi dari jamur tiram, Lisdar juga menemukan formula padat biopestisida BioLC4 dari Lentinus (jamur pelapuk kayu). Benih Caisim dapat tumbuh dengan baik (hanya 0,6-1,9%m persen terkena rebah semai) pada media tanam yang mendapatkan tambahan BioLC4. Sedangkan caisim yang ditanam pada media tanpa BioLC4 mengalami rebah semai sebesar 19,5 persen.
“Jika konsentrasi formulanya ditambah 25 persen pada media tanam maka hasilnya tanaman lebih tinggi, daun lebih besar, lebih hijau dan jumlah lebih banyak,” katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
