
SELAMAT JALAN: Dr Stefanus Taofik SpAn semasa berdinas sebagai spesialis anestesi di RS Pondok Indah Bintaro Jaya di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
JawaPos.com – Jiwa dan semangat Dokter Spesialis Anstesi dr Stefanus Taofik, SpAn begitu tinggi dalam melayani pasiennya. Hal itu terlihat dari semangatnya menangani pasien di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya saat piket Lebaran. Namun, ternyata takdir berkata lain dan menjemput nyawanya lebih cepat. Almarhum meninggal saat bertugas.
Penyebabnya hingga kini belum bisa dipastikan, kemungkinan kuat karena kelelahan atau penyakit jantung. Menanggapi kasus itu, Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Adib Khumaidi menjelaskan masalah piket Lebaran merupakan kasus kondisional. Dia mengakui berkaca dari kasus itu, ke depan harus ada regulasi beban kerja bagi para dokter terutama saat libur hari-hari besar.
“Penting untuk diingatkan harus membuat regulasi aturan beban kerja. Harus mulai diatur,” tegasnya kepada JawaPos.com, Kamis (29/6).
Sebab, kata Adib, saat dokter spesialis harus bertugas ketika jaga piket, maka mereka bukan sekedar menjaga tetapi harus siap atau standby. Kesiapan dan kesigapan tentu berdasarkan pada kebutuhan atau bersifat On Call.
“Seperti dokter anastesi atau spesialis lainnya misalnya dokter kandungan, misalnya ada pasien harus cepat ditangani. Itu tugasnya menjaga kamar jaga untuk itu,” jelasnya.
Sehingga sebetulnya, lanjut Adib, Dokter Stefanus saat bertugas tidak terus-terusan bekerja setiap malam tanpa tidur. Akan tetapi karena sifatnya On Call, maka almarhum pasti bisa sesekali istirahat atau tidur di kamar jaga jika tak ada pasien.
“Jadi di pikiran masyarakat yang namanya jaga piket, bukan berarti melek terus-terusan seperti itu. Bukan begitu. Kecuali misalnya dokter jaga UGD benar-benar melek dan tetap diatur berdasarkan sistem shift,” tegasnya.
Sementara itu Humas Pondok Indah Bintaro Jaya, Hestia Amriani, menegaskan jam kerja Dokter Stefanus masih wajar. Almarhum bukan bekerja lima hari berturut-turut seperti yang diberitakan, akan tetapi 2x24 jam. (cr1/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
