
ilustrasi murung dan depresi ketika dibandingkan dengan anggota keluarga lainnya
JawaPos.com - Makna Lebaran akan menjadi rusak jika dijadikan ajang pamer. Bukan saja pamer soal harta benda seperti perhiasan dan mobil, tetapi juga menjadi ajang pamer keberhasilan pendidikan dan karir.
Hal ini biasa terjadi pada sejumlah anggota keluarga di Indonesia. Bahkan tidak sedikit anggota keluarga yang malas berkumpul bersama sanak saudaranya karena kebiasaan pamer itu.
Misalnya, seorang Bude atau Tante membandingkan anaknya dengan keponakannya yang lain.
Si Tante dengan bangganya memaparkan keberhasilan si anaknya yang diklaim lebih sukses karena mampu meraih tiket masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit atau sekolah berstandar nasional dan internasional.
Belum lagi, soal nilai rapor dan ranking di kelas yang menjadi ajang kebanggaan. Atau prestasi lainnya.
Ada pula ajang pamer kesombongan lainnya. Misalnya seorang ibu membandingkan kesuksesan anaknya yang sudah diterima kerja di perusahaan ternama dengan gaji tinggi.
Hal itu dengan entengnya diceritakan di tengah anggota keluarga lainnya yang belum mendapatkan pekerjaan alias menganggur. Tentu hal itu akan menyakiti hati keluarga.
Atau bisa juga obrolan soal jodoh yang kesannya sangat menyakiti anggota keluarga yang belum memiliki pasangan. Tema obrolan seperti ini tentu sangatlah 'membahayakan' karena bisa menyakiti hati.
"Jika kasusnya seperti itu maka sebagai pihak yang merasa lebih kurang, hadapi itu dan jadikan sebagai pemicu untuk lebih bersemangat," kata Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati, Jumat (23/6).
Menurut Devie, tak usah memiliki perasaan dengki atau iri hati melihat keberhasilan anggota keluarga lainnya.
Sebab, anjut Devie, setiap orang memiliki kelebihan masing-masing. Karena Tuhan pun sudah menggariskan rezeki masing-masing bagi setiap makhluk-Nya.
"Enggak usah iri tetapi saling mendukung. Tunjukkan kelebihan lainnya," tukasnya.
Devie menambahkan jika seseorang menyambut Lebaran dengan penuh suka cita dan dengan niat yang lurus untul bersilaturahi, maka berbagai pertanyaan pasti bisa ditangkis.
"Keindahan rayakan hari keluarga ada pada hati kita. Kalau kita semangat bisa jadi indah," tuturnya. (cr1/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
