
MEMPERMUDAH PASIEN: Baidowi (kaus hijau), petugas puskesmas, membantu Slamet Triyono di atas kursi rodanya dan Sudar yanto untuk melakukan pemeriksaan rutin di Puskesmas Balongsari Surabaya.
Pelayanan kesehatan merupakan salah satu indikator yang menjadikan Surabaya sebagai kota bahagia. Lansia dan ibu hamil menjadi perhatian pemerintah agar mereka mendapat pelayanan kesehatan yang baik. Meski begitu, tetap ada pekerjaan rumah yang harus segera dirampungkan.
PEMERINTAH Kota Surabaya semakin gencar meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan. Salah satunya menyediakan sistem pendaftaran online bagi pasien yang akan berobat ke rumah sakit. Pelayanan tersebut sudah ada mulai puskesmas hingga rumah sakit daerah.
Jumat (31/3) Jawa Pos berkunjung ke Puskesmas Balongsari, Tandes. Tujuannya, melihat kondisi puskesmas yang dikatakan ramah lansia tersebut. Kami bertemu dengan Slamet Triyomo, 70, siang itu. Slamet merupakan salah seorang anggota paguyuban lansia di puskesmas tersebut. Kalau mengalami gangguan kesehatan, Slamet berobat dan berkonsultasi dengan dokter di puskesmas tersebut.
Menurut dia, layanan di puskesmas sudah jauh berbeda. Sudah banyak perubahan. ’’Enak sekarang. (Lansia) sudah ada jalur sendiri. Tidak perlu mengambil nomor,’’ tutur Slamet.
Hal senada diungkapkan Sofyah. Nenek 60 tahun itu merasa pelayanan Puskesmas Balongsari sudah bagus. ’’Dulu ada pelayanan yang kurang baik, lalu kami protes. Sekarang sudah diperbaiki,’’ ungkapnya.
Selain soal antrean, para lansia mendapat fasilitas mobilisasi yang cukup apik. Puskesmas yang telah mendapat predikat paripurna itu menerapkan konsep ramah lansia. Sebenarnya, pelayanan khusus lansia tersebut ada sebelum 2016. Hanya, waktu itu pelayan ada setiap Rabu dan Kamis. Baru tahun lalu pelayanan lansia dijadikan agenda setiap hari di Poli Santun Lansia.
Demi mendukung konsep ramah lansia tersebut, pihak puskesmas yang dibantu dinas kesehatan melakukan berbagai renovasi. Misalnya, menambahkan pegangan di sepanjang ruang tunggu dan kamar mandi. Selain itu, memberikan alas karet di depan kamar mandi agar pasien, terutama lansia, tidak terpeleset.
Beberapa kursi roda ditata rapi. Tujuannya, membantu para lansia yang mengalami kesulitan berjalan. Letak Poli Santun Lansia sengaja didekatkan kamar mandi. Hal itu ditujukan untuk memudahkan akses lansia yang biasanya sering buang air kecil.
Perubahan pelayanan tersebut disambut baik oleh para lansia. Mereka yang sebelumnya malas datang berobat karena harus mengantre lama jadi rajin datang. Baik untuk berobat maupun sekadar berkonsultasi.
’’Sejak ada poli santun, lansia jadi sering ke sini. Apalagi, obat bisa diberikan hingga 10 hari,’’ tutur dr Wulan Haryati, penanggung jawab Poli Santun Lansia..
Tidak sekadar memberikan pelayanan kesehatan, puskesmas tersebut juga memfasilitasi perkumpulan lansia dengan membentuk paguyuban. ’’Setiap bulan kami ada pertemuan. Mereka (lansia, Red) suka memberi masukan,’’ lanjutnya.
Para lansia anggota paguyuban selalu antusias jika ada kegiatan. Terkadang, mereka juga mengadakan rekreasi bersama dengan petugas puskesmas sebagai penanggung jawab P3K. Tujuannya hanya di sekitar Surabaya, tidak jauh.
Namun, rekreasi itu bisa dilakukan sebulan sekali. Bahkan, paguyuban tersebut kerap menjadi juara dalam beberapa perlombaan. Di antaranya, lomba gerak jalan, paduan suara, serta kuis diabetes melitus bagi orang awam.
Jadi, mereka yang lanjut usia tersebut happy saat ke puskesmas. Tidak hanya berobat, tapi juga bertemu dengan teman seusia dan berkegiatan bersama paguyuban.
Sebetulnya, pelayanan seperti itu tidak hanya ada di Puskesmas Balongsari. Hampir seluruh puskesmas di Surabaya memiliki pelayanan yang ramah lansia. Terutama dalam hal mobilitas.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
