Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Juni 2022 | 18.00 WIB

Mengenal Teknik Hypnobirthing untuk Persiapan Persalinan Agar Rileks

PERTOLONGAN BIDAN: Yunnita Setyahati menggendong Kala Jenaka di salah satu rumah bersalin di Depok. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS) - Image

PERTOLONGAN BIDAN: Yunnita Setyahati menggendong Kala Jenaka di salah satu rumah bersalin di Depok. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

JawaPos.com - Ibu hamil saat menjelang persalinan umumnya mengalami perasaan yang bercampur aduk. Agar tidak stres, berpikiran positif, dan tetap rileks, masyarakat diajak mengenal teknik hypnobirthing. Apa itu?

Dalam webinar Tentang Anak, Dokter Spesialis Anak yang juga Founder Tentang Anak, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, mengatakan calon orang tua agar dapat mempersiapkan proses persalinan dengan baik, sehingga dapat berjalan lancar, nyaman. Para bumil diharapkan mengolah rasa stres saat hamil dan mendapatkan pengalaman yang positif saat melahirkan.

"Sehingga diharapkan calon orang tua dapat lebih percaya diri dan bahagia dalam melewati perjalanan kehamilan, persalinan, hingga pengasuhan anak," kata dr. Mesty baru-baru ini.

Apa itu Hypnobirthing?

Menurutnya hypnobirthing merupakan metode atau teknik yang salah satu tujuannya untuk dapat memprogram ulang pikiran dari memori yang kurang baik, terutama yang berhubungan dengan persalinan, dengan memasukkan afirmasi positif mengenai persalinan. Hypnobirthing juga menjadi salah satu cara untuk mengelola stress saat kehamilan.

Karena menurut studi ibu hamil yang stres dapat meningkatkan resiko bayi mengalami alergi, kolik, diabetes, autis dan kelahiran prematur. Stres berkepanjangan juga dapat memengaruhi kesehatan emosi dan psikologi bayi di masa depan.

"Sehingga dengan ibu dibekali mengelola stres saat kehamilan dapat membantu generasi yang hadir cerdas dan sehat secara lahir dan batin, jasmani dan rohaniah," katanya.

Bagaimana caranya?

Teknik hypnobirthing dapat dilakukan oleh calon ibu sejak di awal kehamilan, lebih awal lebih baik dan harus dipraktekkan secara berulang atau repetisi, minimal 3-4 kali dalam seminggu. Teknik hypnobirthing tidak hanya terbatas dilakukan oleh calon ibu, tapi calon ayah juga dapat berpartisipasi untuk mempraktekannya. Karena bisa saja calon ayah juga memiliki ketakutan yang sama, sehingga mindsetnya juga perlu dikelola.

Calon orang tua dapat memulai teknik hypnobirthing dengan mensugesti atau afirmasi positif setiap harinya terhadap diri sendiri, seperti contohnya:

Kehamilan: janin, plasenta, air ketuban, selaput ketuban, tali pusar sehat secara lahir dan batik hingga persalinan

Persalinan: persalinan berjalan dengan lancar, nyaman, tenang, dikuatkan, diikhlaskan, proses yang bahagia

Menyusui: asiku lancar, cukup memenuhi kebutuhan nutrisi lahir dan batik bayiku

Adapun cara melakukan komunikasi dengan janin yang dapat dilakukan saat relaksasi hypnobirthing, guna mengurangi stres dan afirmasi positif terhadap diri serta bayi:

Lakukan komunikasi setiap kali beraktivitas sehari-hari

Sesekali minta pendapatnya akan suatu hal

Ajak berkomunikasi tentang apapun yang ibu rasakan

Sapa janin apabila bergerak atau menendang

“Hypnobirthing memiliki berbagai manfaat yang dapat dirasakan oleh ibu, bayi dan ayah selama proses kehamilan hingga persalinan usai, di antaranya seperti meningkatkan ketenangan diri untuk sel-sel kesehatan ibu dan janin, mengurangi mual, muntah dan pusing, mengatasi kecemasan dan ketakutan selama hamil dan persalinan, mengurangi resiko terjadinya komplikasi persalinan hingga mengurangi resiko baby blues nantinya," tutup dr. Mesty.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore