Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Desember 2020 | 23.06 WIB

Ahli Ungkap Saluran Cerna yang Sehat Jadikan Anak Lebih Cerdas

Ilustrasi. Laktulosa, prebiotik pendukung kesehatan saluran cerna. - Image

Ilustrasi. Laktulosa, prebiotik pendukung kesehatan saluran cerna.

JawaPos.com - Hubungan antara otak dan saluran cerna ternyata sangat berkaitan erat. Seorang anak yang belum sarapan umumnya sulit untuk berpikir dan berkonsentrasi saat belajar. Apalagi jika saluran cernanya tak sehat.

Head of Bebelac Ye Vian Quah mengatakan, orang tua harus terus semangat dalam membesarkan anak-anak hebat yang memiliki empati, mampu bersosialisasi, berani menghadapi masa depan, dan juga membawa kebaikan ke lingkungan sekitarnya. Menurutnya, anak hebat berawal dari happy tummy (pencernaan yang sehat), happy brain (kemampuan berpikir yang baik), dan happy heart (hati yang baik).

"Hal ini dikarenakan happy tummy dan happy brain akan berpengaruh pada happy heart yang akan menjadi penggerak anak melakukan kebaikan bagi sekitarnya," katanya dalam webinar
Pentingnya Gut-Brain Axis untuk Menumbuhkan Anak Hebat baru-baru ini.

Baca Juga: Saluran Pencernaan Sehat, Imunitas Anak Kuat

Pencernaan seringkali dikatakan sebagai otak kedua terutama bagi anak. Karena pencernaan yang sehat dapat memengaruhi perkembangan otak dan juga sebaliknya. Ahli Gizi dan Penulis Buku dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes menjelaskan, secara umum, saluran cerna memengaruhi otak dalam hal mengatur perilaku, emosi, dan logika.

"Sedangkan otak memengaruhi saluran cerna dalam hal penyerapan nutrisi yang dikonsumsi. Keterkaitan antara keduanya ini dikenal dengan istilah gut-brain axis," katanya

Melalui gut-brain axis, saluran cerna akan memengaruhi otak untuk memproduksi neurotransmitter yang berkaitan dengan sosial emosional anak, salah satunya hormon serotonin yang menghasilkan perasaan senang dan nyaman. Maka dari itu, interaksi sehat antara sistem pencernaan dan otak tergolong krusial dalam mendukung kebaikan hati anak seperti kecerdasan intelektual dan emosional anak.

“Apa yang anak konsumsi dapat memperkuat kesehatan pencernaan, otak, hingga kebesaran hatinya, sehingga dapat memberikan dampak positif yang menyeluruh bagi anak," tutur dr. Rita.

Salah satu nutrisi untuk pencernaan sehat yang dapat dikonsumsi anak adalah prebiotik atau makanan bagi bakteri baik. Sebagai contoh, prebiotik dapat ditemukan pada sayur, buah, atau susu pertumbuhan yang diperkaya dengan prebiotik.

Menurutnya, salah satu nutrisi utama untuk memungkinkan proses gut-brain axis adalah prebiotik yang berperan untuk memberi makan mikrobiota pada saluran cerna. Seperti bifidobacterial yang menstimulasi pertumbuhan spesies Bifidobacterium dan lactobacillus tertentu, sehingga mengurangi bakteri patogen. Mikrobiota ini juga bertugas untuk berkomunikasi dengan otak, termasuk meminta otak untuk mengatur emosi dan perilaku anak.

“Prebiotik, seperti FOS:GOS dengan perbandingan 1:9, juga memiliki beberapa manfaat kesehatan lain, di antaranya membantu menjaga daya tahan tubuh dan mengurangi risiko infeksi pada anak. Maka selalu penting perhatikan nilai gizi yang dikonsumsi anak," jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=M_SAdKr0qg0

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore