
Ilustrasi Hepatitis akut. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
Jakarta Terbanyak Pasien, Satgas Penanganan Telah Dibentuk
JawaPos.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa ada 18 kasus yang diduga hepatitis akut yang sudah terdeteksi di Indonesia. DKI Jakarta menjadi yang terbanyak dengan 12 kasus yang dialami anak usia 0 hingga 16 tahun.
Secara keseluruhan, sebanyak 72,2 persen pasien mengalami gejala demam. Penyakit itu bisa sembuh, asalkan penderita tidak terlambat dibawa ke rumah sakit.
Muhammad Syahril, direktur RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, mewakili Kemenkes kemarin (13/5) untuk memaparkan hasil investigasi hepatitis akut di Indonesia. Selain di Jakarta, kasus hepatitis akut juga ditemukan di Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bangka Belitung, dan Kalimantan Timur.
Ada enam kasus yang ditemukan pada usia 5–9 tahun.Lalu, pada anak usia 0 sampai 4 tahun ditemukan empat kasus hepatitis.
Sementara itu, pada usia 10–14 tahun dan 15–20 tahun, masing-masing terdapat empat kasus.
Gejala yang kerap muncul adalah demam. Sebanyak 72,2 persen dari 18 orang mengalami gejala tersebut. Gejala lainnya adalah mual, muntah, tidak nafsu makan, diare akut, lemah, lesu, nyeri perut, kembung, nyeri sendi, mata kuning, dan gatal.
’’Jangan sampai anak punya keluhan berat,’’ kata Syahril. Karena itu, mengenali kasus lebih dini sangat penting. Semakin awal diketahui, kemungkinan memburuknya makin kecil.
Untuk membantu deteksi dini, Kemenkes telah membentuk satgas penanganan. Mereka bertugas menyusun tata laksana penanganan kasus dari fasilitas kesehatan tingkat primer hingga tersier. ’’Kerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan para ahli, susunan tata laksana kasus dari primer hingga tersier bisa diketahui,’’ ujarnya.
Selain faskes, laboratorium juga memiliki tata laksana pelaporan. Syahril menuturkan, tim itu membuat formulir untuk checklist gejala yang tampak maupun terbukti di laboratorium. Misalnya, skor hasil tes SGOT dan SGPT yang di atas 500. Pengisian itu akan langsung diketahui pusat secara realtime.
Dia melanjutkan, ada empat pemeriksaan laboratorium yang dilakukan. Yakni, ambil darah untuk cek hepatitis A hingga E, swab nasofaring dan rektal (anus), serta pemeriksaan SGOT daan SGPT. Pemeriksaan tersebut dilakukan jika ada gejala diare, sakit perut, demam ringan, muntah, feses berwarna putih dempul, dan mata kuning.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022