
Foto: Ilustrasi: Ilmuwan sedang mengembangkan vaksin. (NBCNews).
JawaPos.com - Dunia berperang melawan pandemi virus korona baru atau Covid-19 saat ini. Karenanya, seluruh ahli medis, ilmuwan di bidang obat-obatan di seluruh dunia kini sedang berjuang mengembangkan vaksin Covid-19.
Salah satunya, Inovio Pharmaceuticals di bawah Investigational New Drug program diketahui telah mengirimkan permohonan pengujain vaksin ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).
Inovio berencana menyuntikkan subjek uji sukarela pertama dengan kandidat vaksin DNA INO-4800 yang telah dikembangkannya, mengikuti hasil yang menjanjikan dari studi praklinis yang dilakukan pada hewan.
Kandidat vaksin DNA Inovio bekerja dengan menyuntikkan plasmid yang direkayasa secara khusus (struktur genetik kecil dan independen) ke pasien sehingga sel-sel mereka dapat menghasilkan antibodi yang diinginkan dan bertarget untuk melawan infeksi tertentu. Vaksin DNA, meskipun tersedia dan disetujui untuk berbagai infeksi hewan dalam kedokteran hewan, belum disetujui untuk digunakan manusia.
Pekerjaan Inovio tidak dimulai dari awal. Perusahaan sebelumnya menyelesaikan studi Fase 1 untuk kandidat vaksin DNA untuk Middle East Respiratory Syndrome (MERS), di mana ia menunjukkan hasil yang menjanjikan dan tingkat tinggi antibodi yang diproduksi yang bertahan untuk periode waktu yang panjang.
Inovio telah mampu meningkatkan dengan cepat, mengembangkan dan memproduksi 'ribuan dosis' INO-4800 hanya dalam beberapa minggu singkat untuk mendukung uji coba Fase 1 dan Fase 2. Perusahaan telah melakukannya sebagian berkat dukungan dari Yayasan Bill dan Melinda Gates, serta pendanaan dari organisasi nirlaba dan organisasi lainnya, demikian dikutip JawaPos.com dari TechCrunch, Minggu (12/4).
Jika uji klinis berhasil, Inovio mengatakan akan dapat memiliki hingga satu juta dosis vaksin siap pada akhir tahun ini, untuk digunakan baik dalam uji coba tambahan dan untuk potensi penggunaan darurat yang menunggu otorisasi.
Uji coba Inovio akan dilakukan terhadap 40 sukarelawan orang dewasa sehat yang dipilih melalui pemutaran film yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Perelman Philadelphia di Universitas Pennsylvania. Ini akan berlangsung beberapa minggu ke depan, dan perusahaan mengharapkan data di sekitar tanggapan kekebalan dari subjek uji, serta info yang berkaitan dengan keselamatan pengobatan untuk manusia, akan tersedia pada akhir musim panas ini.
Izin atau persetujuan luas untuk penggunaan kemungkinan bisa dilakukan antara 12 bulan hingga 18 bulan ke depan.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=oSYts6DPKU4
https://www.youtube.com/watch?v=o_SCI4y_UO0
https://www.youtube.com/watch?v=j21QVmwHGdk

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
