alexametrics src="https://cdn.geozo.com/mfel17291/ilv/0mp/30y8qh678vuq687/pky52d4.go">

Mengkudu, Baunya Menyengat, tapi Banyak Khasiat

Oleh: Prof Dr apt Mangestuti Agil MS *)
12 Februari 2022, 18:48:23 WIB

Aroma buah mengkudu memang terasa menusuk hidung. Tapi, jangan ragukan soal khasiatnya. Secara turun-temurun buah mengkudu dipercaya bisa mengatasi masalah kesehatan. Di antaranya, nyeri sendi dan otot, sakit kepala, luka pada lambung, pencernaan buruk, diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan pembuluh darah dan jantung, serta ketergantungan obat.

DI Jawa buah mengkudu populer disebut pace. Masyarakat dunia lebih mengenalnya dengan nama noni fruit (buah noni). Berasal dari Asia Tenggara, tanaman asli bernama ilmiah Morinda citrifolia suku Rubiaceae dan mudah menyebar luas di kawasan Indo-Pasifik.

Di kawasan Gombong, Jawa Tengah, potongan buah mengkudu yang belum terlalu masak dapat menambah kelezatan rujak. Kini memang penjual rujaknya mulai langka. Masyarakat Jogjakarta mengenal minuman semelak pace yang bahan utamanya dari mengkudu. Diyakini, minuman itu cocok untuk mengatasi gangguan ringan seperti flu.

Dalam pengobatan rakyat, masyarakat Jawa meyakini mengkudu bisa membantu mengatasi tekanan darah dan kolesterol tinggi. Penelitian membuktikan manfaat mengkudu, antara lain, untuk aktivitas pendongkrak sistem imun, antidiabetes, antikanker, antiradang, antioksidan, kesehatan sistem saraf, kesehatan kulit, meningkatkan ketahanan fisik, hingga mempertahankan kesehatan tulang pada wanita.

Khasiat itu erat berkaitan dengan kerja kandungan bioaktif, vitamin, dan mineral yang sangat kaya pada mengkudu. Ada vitamin A dan C. Ada pula mineral seperti kalium dan zat bioaktif, antara lain, skopoletin, karoten, flavon, glikosida iridoid, antrakinon, asam kaproat, ursolic acid, rutin.

Dengan banyaknya khasiat itu, tak mengherankan kalau mengkudu juga bernilai ekonomi. Sedikitnya 162,2 ton mengkudu dari Jawa Timur diekspor ke Korea Selatan selama 2021 (Jawa Pos, 5 Februari).

Mengkudu sebagai Antioksidan

Antioksidan merupakan unsur yang menetralkan radikal bebas penyebab kerusakan sel. Studi epidemiologi membuktikan bahwa konsumsi buah dan sayur dapat menurunkan kerusakan oksidatif dan peroksidasi karena radikal bebas pada perokok.

Sebuah studi menyatakan, buah mengkudu matang menunjukkan aktivitas antioksidan yang sama dengan jeruk manis dan jeruk keprok. Mengkudu matang meningkatkan kapasitas antioksidan, kandungan fenol total, dan asam askorbat. Tetapi, bila terlalu matang, malah menurunkan ketiganya. Beberapa senyawa polifenol dari kumarin, flavonoid dan grup asam fenolat, serta irodoid dalam jus mengkudu menunjukkan kapasitas antiradikal bebas yang berarti punya aktivitas antioksidan.

Aktivitas tersebut diuji pada perokok yang memang mempunyai kadar zat perusak sel melalui proses oksidasi yang sangat tinggi. Ternyata, minum jus mengkudu dapat menurunkan kerusakan tersebut karena kerja bareng zat antioksidan. Zat yang terlibat adalah iridoid, senyawa polifenol, antrakinon, tokoferol, dan beta karoten.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini: