Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 November 2020 | 01.08 WIB

Konsultasi Program Bayi Tabung Lewat Streaming di Masa Pandemi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Program bayi tabung menjadi salah satu opsi yang bisa ditempuh bagi pasangan suami-istri untuk segera memiliki momongan. Namun, di masa pandemi seperti ini apakah tetap aman melakukan program bayi tabung?

Menurut dokter Benediktus Arifin MPH SpOG(K), selama pandemi, pregnancy rate melalui bayi tabung tidak mengalami perubahan. Cenderung stabil. “Yang ingin ikut program bayi tabung pun dimudahkan. Bisa konsultasi dengan dokter lewat streaming,” terangnya saat ditemui dalam peluncuran buku Hope oleh Morula IVF Surabaya di Driyorejo.

Benediktus mengatakan, para ibu tak perlu khawatir untuk melakukan program bayi tabung di masa pandemi. Dia menyatakan, ada protokol kesehatan yang diterapkan selama proses bayi tabung. Yakni, batasi durasi jarak, memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan.

Direktur Morula IVF Surabaya dokter Amang Surya Priyanto menyebutkan, layanan streaming membantu para ibu yang ingin memiliki momongan dengan program bayi tabung namun terhalang oleh jarak. Para ibu bisa memperpendek tahapan program. “Konsultasi dulu lewat streaming. Kemudian, untuk tahapan berikutnya tatap muka,” terangnya.

Dokter kelahiran Jember itu menyatakan, pasien akan dianalisis kondisi kesehatannya sebelum tatap muka melalui streaming. Mulai dari usia hingga apakah ada gangguan di kandungan pasien. “Per hari ada 1-2 pasien bayi tabung yang konsultasi lewat streaming,” ujar Amang.

Ditemui di lokasi yang sama dengan Amang dan Benediktus, dr Ali Mahmud SpOG (K) FER mengungkapkan, apabila para ibu ada indikasi untuk program bayi tabung tetap lakukan saja. Menurutnya, tak banyak ibu yang mengabaikan program bayi tabung. “Program bayi tabung dijadikan opsi terakhir biasanya,” jelasnya.

Lantas, bagaimana caranya untuk mengetahui program bayi tabung harus segera ditempuh? Ali menyebutkan, konsultasi dengan dokter sedini mungkin. Tidak perlu menunggu. “Tunggu usia perkawinan lama dulu, misalnya. Langsung temui dokter,” tambahnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore