Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Maret 2022 | 14.23 WIB

Simak 5 Fakta Unik Seputar Nikotin dan Hubungannya dengan Kesehatan

ILUSTRASI. Penjual tembakau linting Kamarasa saat merapikan tembakau  di kawasan Pondok Cabe Pamulang, Selasa (4/1/2022). - Image

ILUSTRASI. Penjual tembakau linting Kamarasa saat merapikan tembakau di kawasan Pondok Cabe Pamulang, Selasa (4/1/2022).

JawaPos.com–Mendengar kata nikotin biasanya teringat dengan rokok dan menganggap zat tersebut bahaya untuk kesehatan. Nikotin ternyata menjadi bahan dalam vape atau rokok elektrik.

Berdasar hasil kajian ilmiah, nikotin ternyata memiliki beberapa fakta unik sesuai pandangan para ahli. Apa saja?


  1. Nikotin Bukan Pemicu Kanker


Mengutip dari laman resmi Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) dan Cancer Research UK menyebutkan nikotin tidak menyebabkan kanker. Bahan kimia beracun lain dalam rokok seperti Tar dan karbon monoksida yang justru merusak kesehatan.

Dosen Departemen Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) dan ahli toksikologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Shoim Hidayat menjelaskan, Tar merupakan residu yang dihasilkan dari proses pembakaran saat merokok. Proses pembakaran tersebut terjadi di suhu lebih dari 600 derajat Celcius. Saat asap rokok dihirup, Tar akan terpapar ke bagian dalam paru-paru.

”Kenapa bisa sakit kanker, jantung, dan paru-paru, salah satunya karena terpapar bahan-bahan toksik seperti Tar, senyawa karbon monoksida dan senyawa berpotensi bahaya lainnya,” kata Shoim Hidayat kepada wartawan, Selasa (8/3).

Fakta bahwa nikotin bukan penyebab utama berbagai penyakit turut diperkuat pandangan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA). Menurut situs resmi FDA, nikotin membuat orang untuk tetap menggunakan produk tembakau, namun ribuan bahan kimia yang terkandung dalam asap rokok yang membuat penggunaan produk itu begitu berbahaya.

  1. Nikotin Dapat Ciptakan Adiksi


Efek samping dari nikotin adalah menciptakan ketergantungan. Namun itu bukan satu-satunya alasan mengapa begitu banyak orang tidak bisa berhenti merokok. Mengutip sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2015 dalam jurnal ilmiah Drug and Alcohol Dependence menemukan bahwa potensi ketergantungan pada nikotin sangat rendah tanpa adanya asap tembakau.

  1. Nikotin dan Parkinson


Nikotin dinilai memiliki manfaat dalam medis. Sebuah penelitian yang dilakukan pada era 1960-an menunjukkan risiko penyakit parkinson di kalangan perokok itu lebih rendah dan menyebutkan bahwa nikotin memiliki kontribusi dalam hal tersebut.

  1. Nikotin dalam Vape


Shoim Hidayat mengutarakan, pemakaian produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan atau vape, memiliki risiko yang lebih rendah daripada rokok. Sebab, penggunaannya melalui proses pemanasan.  Pemanasan tersebut terjadi pada suhu yang terkontrol hingga 350 derajat Celcius.

”Dengan tidak adanya proses pembakaran, pengguna hanya menghirup aerosol dan nikotin, bukan Tar seperti pada rokok,” jelas Shoim Hidayat.

  1. Larangan Nikotin


Untuk mengurangi angka perokok adalah dengan memberikan informasi yang akurat dan akses kepada para perokok dewasa terhadap produk tembakau alternatif. Karena merokok dan penyakit akibat merokok tetap menjadi salah satu tantangan umat manusia.

”Maka penting untuk mengatasinya tanpa adanya bias ideologis. Nikotin bukanlah musuh kita, dan kita tidak boleh melupakan hal itu,” tutur Shoim Hidayat.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore