Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 November 2020 | 19.08 WIB

Gejala Seperti Pilek, Terlambat Deteksi Pneumonia Pada Anak Bisa Fatal

Anak terserang batuk dan pilek. - Image

Anak terserang batuk dan pilek.

JawaPos.com - Para orang tua diminta lebih banyak menyerap informasi tentang bahaya penyakit pneumonia untuk melindungi buah hati mereka. Sebab gejala awalnya, seringkali dianggap biasa namun bisa berujung fatal hingga kematian.

Ketua Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia Menurut Dr.dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K) mengatakan, pneumonia merupakan penyakit peradangan akut pada paru-paru yang membuat paru-paru dipenuhi dengan cairan dan sel radang. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius dan tidak jarang menyebabkan kematian.

"Selain itu, pneumonia juga sering terlambat disadari karena gejala awalnya yang sulit dibedakan dengan penyakit pernapasan lain yang ringan seperti pilek dan selesma (common cold). Akibatnya, banyak anak-anak yang mengidap pneumonia tidak mendapatkan perawatan yang seharusnya dan berdampak fatal pada kesehatan mereka," katanya dalam webinar Save the Children, STOP Pneumonia dalam rangka Hari Pneumonia Dunia (HPD) tanggal 12 November, Kamis (5/11).

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia ada di peringkat 7 dunia sebagai negara dengan beban pneumonia tertinggi pada tahun 2017 di mana terdapat 25.481 kematian balita karena infeksi pernapasan akut atau 17 persen dari seluruh kematian balita . Pneumonia adalah penyebab kematian balita kedua di Indonesia setelah persalinan dengan prevalensi 15,5 persen.

"Faktor-faktor penyebab berkaitan misalnya dengan belum terpenuhinya ASI eksklusif yang hanya 54 persen. Lalu berat badan lahir rendah (10,2 persen), dan belum imunisasi lengkap (42,1 persen), polusi udara di ruang tertutup dan kepadatan yang tinggi pada rumah tangga," kata dr. Nastiti.

Pada 2019 terdapat 467.383 kasus pneumonia pada balita. CEO Save the Children Indonesia, Selina Sumbung mengatakan pihaknya bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan dukungan Pfizer melalui kampanye STOP Pneumonia mengajak masyarakat lebih sadar. Sehingga punya kesempatan untuk semakin meningkatkan pemahaman mengenai pneumonia dan mencegah lebih banyak kematian akibat penyakit mematikan ini.

Director Pfizer Indonesia Bambang Chriswanto Public Affairs mengatakan perlu kesadaran masyarakat, khususnya orang tua, terhadap penyakit pneumonia pada anak. "Maka sejak dini perlu dicermati tanda-tanda anak mengidap pneumonia," tutup Bambang.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=sNA6xfeUBbc

 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore