
Anak terserang batuk dan pilek.
JawaPos.com - Para orang tua diminta lebih banyak menyerap informasi tentang bahaya penyakit pneumonia untuk melindungi buah hati mereka. Sebab gejala awalnya, seringkali dianggap biasa namun bisa berujung fatal hingga kematian.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia Menurut Dr.dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K) mengatakan, pneumonia merupakan penyakit peradangan akut pada paru-paru yang membuat paru-paru dipenuhi dengan cairan dan sel radang. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius dan tidak jarang menyebabkan kematian.
"Selain itu, pneumonia juga sering terlambat disadari karena gejala awalnya yang sulit dibedakan dengan penyakit pernapasan lain yang ringan seperti pilek dan selesma (common cold). Akibatnya, banyak anak-anak yang mengidap pneumonia tidak mendapatkan perawatan yang seharusnya dan berdampak fatal pada kesehatan mereka," katanya dalam webinar Save the Children, STOP Pneumonia dalam rangka Hari Pneumonia Dunia (HPD) tanggal 12 November, Kamis (5/11).
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia ada di peringkat 7 dunia sebagai negara dengan beban pneumonia tertinggi pada tahun 2017 di mana terdapat 25.481 kematian balita karena infeksi pernapasan akut atau 17 persen dari seluruh kematian balita . Pneumonia adalah penyebab kematian balita kedua di Indonesia setelah persalinan dengan prevalensi 15,5 persen.
"Faktor-faktor penyebab berkaitan misalnya dengan belum terpenuhinya ASI eksklusif yang hanya 54 persen. Lalu berat badan lahir rendah (10,2 persen), dan belum imunisasi lengkap (42,1 persen), polusi udara di ruang tertutup dan kepadatan yang tinggi pada rumah tangga," kata dr. Nastiti.
Pada 2019 terdapat 467.383 kasus pneumonia pada balita. CEO Save the Children Indonesia, Selina Sumbung mengatakan pihaknya bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan dukungan Pfizer melalui kampanye STOP Pneumonia mengajak masyarakat lebih sadar. Sehingga punya kesempatan untuk semakin meningkatkan pemahaman mengenai pneumonia dan mencegah lebih banyak kematian akibat penyakit mematikan ini.
Director Pfizer Indonesia Bambang Chriswanto Public Affairs mengatakan perlu kesadaran masyarakat, khususnya orang tua, terhadap penyakit pneumonia pada anak. "Maka sejak dini perlu dicermati tanda-tanda anak mengidap pneumonia," tutup Bambang.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=sNA6xfeUBbc

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
